Terkini, Makassar — Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Selatan, Thiawudy Wikarso, mengajak masyarakat menyikapi polemik yang menimpa Cathlyn Yvaine secara bijak, tenang, dan bermartabat.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul perhatian publik terhadap gagalnya peserta asal Makassar itu dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026.
Thiawudy menegaskan, PSMTI Sulsel memberikan dukungan moral kepada Cathlyn agar tetap kuat menghadapi situasi yang berkembang di ruang publik.
“Cathlyn tetap anak muda yang berharga, berpotensi, dan memiliki masa depan yang panjang,” ujar Thiawudy dalam keterangannya kepada Makassar Terkini, Selasa 26 Mei 2026.
Ia menilai setiap proses seleksi selalu menghadirkan harapan besar sekaligus kemungkinan munculnya rasa kecewa ketika hasil akhir tidak sesuai harapan.
Menurutnya, perasaan sedih dan kecewa yang dialami peserta merupakan hal yang manusiawi, terutama bagi generasi muda yang telah berjuang maksimal.
Karena itu, Thiawudy mengimbau seluruh pihak agar menyampaikan aspirasi secara proporsional apabila terdapat hal-hal yang dianggap belum jelas dalam proses seleksi.
“Bila ada hal yang perlu dijelaskan, mari kita dorong agar dijelaskan secara terbuka, adil, dan proporsional,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang publik supaya persoalan tersebut tidak berkembang menjadi isu sensitif seperti rasisme tanpa dasar dan bukti yang kuat.
Menurutnya, isu rasisme merupakan persoalan serius yang dapat memicu dampak sosial luas apabila tidak disikapi secara hati-hati dan bertanggung jawab.
“Kita perlu menjaga agar percakapan publik tetap jernih, tidak emosional, dan tidak menimbulkan luka baru di tengah masyarakat,” ujarnya.
Thiawudy menegaskan bahwa memberikan dukungan kepada Cathlyn tidak berarti menyerang pihak lain ataupun memperkeruh suasana.
“Mendukung Cathlyn berarti kita hadir memberi kekuatan, menjaga martabatnya, dan membantu agar persoalan ini diselesaikan dengan cara yang tenang, adil, dan bermartabat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar perhatian publik tidak justru membebani kondisi psikologis Cathlyn sebagai anak muda yang sedang menjalani proses kehidupan dan pendidikan.
“Jangan sampai niat baik untuk membela justru memperkeruh suasana atau bahkan merugikan Cathlyn sendiri,” tambahnya.
PSMTI Sulsel berharap Cathlyn tetap semangat dan terus melangkah sebagai generasi muda yang mampu membanggakan keluarga, komunitas, dan bangsa.
“Mari kita dukung Cathlyn dengan hati yang jernih, dengan kata-kata yang menyejukkan, dan dengan sikap yang membangun,” tutup Thiawudy Wikarso.




