Militer Amerika Serikat mengklaim melancarkan serangan “pertahanan diri” di wilayah selatan Iran pada Senin (25/5/2026) waktu setempat.
Serangan tersebut disebut menargetkan peluncur rudal serta kapal-kapal yang diduga sedang memasang ranjau di kawasan Teluk Persia.
Pernyataan itu disampaikan Tim Hawkins juru bicara United States Central Command kepada media Amerika Serikat.
“Pasukan AS melakukan serangan pertahanan diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,” kata Hawkins dalam keterangannya kepada Fox News.
Menurut Hawkins, serangan tersebut menyasar lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang diduga mencoba menempatkan ranjau di wilayah perairan strategis
Ia menegaskan, militer AS tetap menjalankan operasi pertahanan sambil mempertahankan sikap menahan diri selama masa gencatan senjata yang berlangsung.
Hingga kini, CENTCOM belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi pasti maupun dampak serangan tersebut. Permintaan konfirmasi tambahan terkait operasi militer itu juga belum direspons secara resmi.
Di sisi lain, media Iran melaporkan adanya sejumlah ledakan di wilayah selatan negara tersebut pada Senin. Ledakan dilaporkan terdengar di Kota Bandar Abbas serta kawasan sekitar Sirik dan Jask yang berada di pesisir Teluk Persia.
Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency menyebut warga setempat mendengar beberapa dentuman keras, namun sumber maupun lokasi pasti ledakan masih belum diketahui secara jelas.
Fars juga melaporkan suara ledakan terdengar hampir bersamaan di sejumlah titik di sekitar Sirik dan Jask yang menghadap langsung ke kawasan Teluk Persia. (ant/saf/ipg)



