Korea Utara (Korut) meluncurkan beberapa proyektil, termasuk sebuah rudal balistik, ke Laut Kuning pada hari Selasa (26/5).
Pyongyang telah melakukan serangkaian uji coba rudal dalam beberapa pekan terakhir. Para analis mengatakan negara yang terisolasi secara diplomatik tersebut, mungkin mencoba memanfaatkan terkikisnya norma-norma internasional untuk memperkuat status nuklirnya.
Korea Utara juga berulang kali menolak upaya pemerintah Korea Selatan untuk memperbaiki hubungan. Negeri komunis itu berulang kali menyebut Seoul sebagai musuh nomor satu.
Dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/5/2026), Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan pada hari Selasa (26/5), bahwa mereka telah mendeteksi peluncuran "beberapa proyektil", termasuk rudal balistik jarak pendek, ke Laut Kuning dari kota Chongju di Korea Utara sekitar pukul 13.00 (0400 GMT).
Laut Kuning adalah perairan yang memisahkan semenanjung Korea dari China.
Militer Korea Selatan mengatakan bahwa rudal-rudal tersebut terbang sejauh sekitar 80 kilometer (50 mil). Disebutkan bahwa mereka sedang menganalisis spesifikasi dan jangkauan terbang rudal tersebut, dan telah "memperkuat pengawasan dan kewaspadaan sebagai persiapan untuk kemungkinan peluncuran tambahan".
Militer Seoul menegaskan bahwa Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang "mempertahankan kesiapan penuh" dan berbagi intelijen secara erat.
Peluncuran rudal pada hari Selasa (26/5) tersebut merupakan yang pertama bagi Korea Utara dalam 37 hari dan yang kedelapan tahun ini.
(ita/ita)





