Medan: Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menyebutkan sebanyak 40 titik panas (hotspot) terpantau di sejumlah wilayah di Provinsi Sumatra Utara. Titik panas tersebut terpantau berdasarkan sensor Satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA20.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Endah Paramita mengungkap sebanyak 40 titik panas tersebut masing-masing terpantau dua titik di Dairi, satu di Karo, satu di Binjai, satu di Labuhanbatu, satu di Labuhanbatu Utara, dan dua di Langkat. Kemudian enam titik di Mandailing Natal, lima di Padanglawas, 10 di Padanglawas Utara, tujuh di Tapanuli Selatan, tiga di Tapanuli Tengah, dan satu titik di Tapanuli Utara.
Baca Juga :
BNPB: Luas Karhutla di Riau Capai 3.474 HektareWilayah Sumatra Utara saat ini mulai memasuki periode pertengahan tahun. Kondisi tersebut diprakirakan mulai dipengaruhi oleh angin baratan yang cenderung bersifat kering dan kencang, serta didukung kelembapan udara yang cukup rendah.
Sejumlah relawan pemadam kebakaran berupaya memadamkan sisa api yang membakar lahan gambut di Kelurahan Kalampangan, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (4/8/2024). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/tom/am.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari di sebagian wilayah Sumatera Utara, sehingga proses pemanasan permukaan berlangsung lebih intensif. Dampak yang dapat dirasakan masyarakat antara lain suhu udara pada siang hari terasa lebih panas, serta adanya potensi angin kencang yang bersifat kering di beberapa wilayah Sumatera Utara.
Atas kondisi tersebut BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari. Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya.




