Harga Tembaga Melemah usai Serangan Baru AS ke Iran Tekan Sentimen

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Harga tembaga melemah pada Selasa (26/5/2026), tertekan kenaikan harga minyak setelah serangan terbaru Amerika Serikat (AS) ke Iran.

Harga Tembaga Melemah usai Serangan Baru AS ke Iran Tekan Sentimen. (Foto: iStock)

IDXChannel - Harga tembaga melemah pada Selasa (26/5/2026), tertekan kenaikan harga minyak setelah serangan terbaru Amerika Serikat (AS) ke Iran meredupkan harapan penyelesaian konflik di Timur Tengah dan memicu kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global.

Kontrak tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 0,2 persen menjadi USD13.637,50 per ton pada pukul 14.46 WIB.

Baca Juga:
MPMX Tetapkan Dividen Jumbo, Yield Tembus 16 Persen

Sementara itu, kontrak tembaga yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange (SHFE) melemah 0,4 persen ke 104.960 yuan.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Selasa mengatakan, seperti dikutip Reuters, negosiasi kesepakatan dengan Iran bisa memakan waktu beberapa hari, sehingga memupus harapan tercapainya akhir konflik dalam waktu dekat.

Baca Juga:
Harga CPO Menguat, Ditopang Lonjakan Minyak dan Prospek Produksi

Pernyataan itu muncul sehari setelah pasukan AS melancarkan serangan yang disebut Washington sebagai aksi defensif di Iran selatan.

Serangan tersebut terjadi ketika negosiator utama Iran dan menteri luar negerinya berada di Doha untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Qatar terkait potensi kesepakatan dengan AS guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Baca Juga:
Ini Lima Strategi Memilih Tipe Kantor sesuai Budget Perusahaan, Pilih yang Tepat dengan Kebutuhan

Harga minyak mentah Brent naik setelah aksi militer AS tersebut. Kenaikan harga energi membebani prospek logam karena risiko guncangan energi dapat menekan pertumbuhan ekonomi global dan aktivitas manufaktur.

“Logam dasar diperkirakan tetap bergerak dalam kisaran terbatas dan sensitif terhadap perkembangan berita dalam jangka pendek,” ujar Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer.

“Jika muncul kesepakatan damai yang secara signifikan menurunkan harga minyak dan melemahkan dolar AS, hal itu akan meredakan kekhawatiran inflasi sekaligus meningkatkan daya tarik logam dasar,” katanya.

Di pasar LME lainnya, aluminium naik 0,8 persen ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan, seng menguat 1,4 persen, timbal naik 0,4 persen, nikel turun 1,3 persen, dan timah menguat 0,1 persen.

Sementara di SHFE, aluminium naik 0,5 persen, seng menguat 1,2 persen, timbal stabil, nikel turun 1,2 persen, dan timah naik 0,7 persen. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FPG MPR RI Desak Pemenuhan Hak Konstitusional Upah Layak bagi Guru Honorer
• 18 jam laludetik.com
thumb
Ratu Sofya Kecewa Dituding Hamil, karena Omongan Keluarga
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Semarak Kebersamaan, PLN UPDL Bogor Adakan Lomba Masak dan Edukasi Kompor Listrik
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Perkuat Posisi di Selat Malaka, Pelindo Gelar Soft Launching NTAA di Perairan Nipa
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Menanti Efektivitas Pembatasan Penggunaan Paylater Tekan Risiko Gagal Bayar
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.