Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, akan melakukan pengecekan terkait ganti rugi atau kompensasi atas kejadian blackout kelistrikan PLN di Sumatera beberapa hari lalu.
Sebagaimana diketahui, kejadian tersebut berlangsung lebih dari 24 jam dan mengakibatkan kerugian pelanggan akibat tidak optimalnya operasional bisnis dan pelayanan.
“Di PLN itu kan ada regulasinya, kami akan cek terlebih dahulu untuk kompensasi,” ungkap Yuliot di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Di sisi lain, meski kelistrikan dilaporkan pada hari Minggu telah kembali menyala sepenuhnya, Yuliot menegaskan bahwa proses pemulihan sistem belum sepenuhnya selesai. Ia menjelaskan bahwa pemulihan menuju kondisi normal membutuhkan waktu karena setiap pembangkit memiliki karakteristik berbeda dalam proses pengoperasian kembali.
“Upaya pemulihan yang kita lakukan pada saat itu sistemnya mati, ini kan harus dihidupkan satu per satu. Jadi yang kita lakukan proses penghidupan kembali yang pertama itu adalah dari PLTA, kemudian geothermal, ada PLTD, dan juga ada gas. Secara teknis PLTU memerlukan waktu sekitar 12 jam,” katanya.
Penjelasan tersebut sejalan dengan keterangan Direktur Transmisi PLN, Edwin Nugraha Putra, yang menyebut pemulihan sistem dilakukan secara bertahap seiring masuknya kembali pembangkit ke dalam sistem interkoneksi Sumatera.
Ia menjelaskan bahwa pembangkit dibagi ke dalam tiga kelompok besar. Kelompok pertama adalah pembangkit diesel dan gas yang memiliki kemampuan back start, yakni dapat menyala secara mandiri dalam waktu sekitar 3 hingga 5 jam.
Baca Juga: ESDM Minta PLN Evaluasi Menyeluruh Usai Blackout Sumatera
Baca Juga: Blackout Sumatera Ganggu Aktivitas Ekonomi, ESDM Minta Evaluasi Total
Selanjutnya, pembangkit PLTGU dapat kembali beroperasi dalam waktu sekitar 10 hingga 15 jam. Adapun pembangkit PLTU membutuhkan waktu pemulihan sekitar 20 hingga 30 jam untuk kembali beroperasi penuh.
“Insyaallah, pada hari ini pembangkit besar seperti PLTU Pangkalan Susu dan beberapa pembangkit lainnya telah kembali masuk sistem. Kami berharap hingga sore nanti tidak terjadi lagi pemadaman di sistem Sumatera,” tandas Edwin dalam konferensi pers blackout listrik Sumatera di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026).





