Transjakarta Mulai Operasi Pukul 09.00 Saat Idul Adha, KAI Tambah Perjalanan

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Layanan transportasi umum di Jakarta mengalami penyesuaian selama libur Idul Adha 1447 Hijriah. Transjakarta memulai operasional lebih siang, sementara PT Kereta Api Indonesia menambah perjalanan kereta jarak jauh untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Tidak seperti hari biasanya mulai pukul 05.00 WIB, Transjakarta akan memulai layanan saat Idul Adha mulai pukul 09.00 WIB. Jadwal itu mencakup seluruh koridor BRT, non-BRT, dan Mikrotrans.

Kepala Departemen Hubungan Masyarakat dan CSR PT Transportasi Jakarta Ayu Wardhani mengatakan, kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan sekaligus mendukung petugas dalam menjalankan ibadah di hari besar keagamaan.

”Penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pelaksanaan ibadah Hari Raya Idul Adha tanpa mengurangi komitmen dalam menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan andal,” ujar Ayu, Selasa (26/5/2026).

Baca JugaTransjakarta, Teman Irit Warga Kota Saat Biaya Hidup Kian Mengimpit 

Oleh karena itu, pelanggan diimbau menyesuaikan waktu perjalanan dan merencanakan mobilitas lebih awal selama masa penyesuaian. Informasi layanan dapat diakses melalui aplikasi TJ:Transjakarta, media sosial resmi, maupun layanan pelanggan 1500-102.

Berdasarkan informasi resmi dari akun Instagram PT MRT Jakarta @mrtjktinfo, layanan MRT Jakarta juga menerapkan pola operasional pada Hari Raya Idul Adha 1447 H dan cuti bersama.

Pada 27–28 Mei 2026, MRT Jakarta beroperasi mulai pukul 05.00-24.00 WIB dengan selang waktu kedatangan kereta setiap 10 menit.

Selain itu, operasional MRT Merch Market spesial Idul Adha pada 27 Mei dibuka pukul 12.00–19.00 WIB. Sedangkan di 28 Mei dibuka pukul 10.00–21.00 WIB.

Perjalanan tambahan

Terkait momen libur panjang saat Idul Adha, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyiapkan sembilan perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) tambahan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, selama periode 25 Mei-2 Juni 2026, pihaknya tetap mengoperasikan 68 perjalanan kereta api (KA) reguler setiap hari. Selain itu, disiapkan tambahan delapan perjalanan dari Stasiun Gambir dan satu perjalanan dari Stasiun Pasar Senen.

”Penambahan perjalanan dilakukan untuk memberikan lebih banyak pilihan jadwal keberangkatan sekaligus memastikan ketersediaan tempat duduk bagi masyarakat yang bepergian dari maupun menuju Jakarta,” ujar Franoto.

Perjalanan KA tambahan yang dioperasikan pada periode tersebut meliputi KA Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasarturi pukul 23.35 WIB, KA Purwojaya relasi Gambir–Cilacap pukul 07.00 WIB, dan KA Purwojaya relasi Gambir–Cilacap pukul 13.25 WIB.

Selain itu, terdapat KA Cirebon Fakultatif relasi Gambir–Cirebon pukul 23.55 WIB, KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung pukul 13.40 WIB, dan KA Batavia relasi Gambir–Solo Balapan pukul 09.35 WIB.

Franoto menyebut ada juga KA tambahan relasi Gambir–Yogyakarta pukul 05.15 WIB, KA tambahan relasi Gambir–Yogyakarta pukul 16.25 WIB, serta KA tambahan relasi Pasar Senen–Lempuyangan pukul 15.25 WIB.

Selama periode 25 Mei hingga 2 Juni 2026, total kapasitas tempat duduk yang disediakan mencapai 363.631 kursi. Hingga saat ini, tiket yang terjual mencapai 206.805 atau 56 persen okupansi.

Baca JugaKAI Daop 1 Jakarta Targetkan 40 Pelintasan Liar Ditutup Tahun Ini

Berdasarkan data sementara, puncak keberangkatan terjadi pada 26 Mei 2026 dengan 38.666 penumpang. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 1 Juni 2026 dengan 33.930 penumpang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta.

”Dari total volume keberangkatan hari ini (26/5/2026), Stasiun Pasar Senen menjadi titik keberangkatan tertinggi dengan 15.041 penumpang, disusul Stasiun Gambir sebanyak 14.144 penumpang,” ujar Franoto.

Namun, angka penjualan tiket dan volume keberangkatan masih bersifat dinamis dan dapat terus bertambah hingga akhir masa libur panjang. Franoto mengatakan, sejumlah kota tujuan favorit pelanggan antara lain Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Purwokerto, Bandung, dan Jember.

KAI Daop 1 Jakarta mengimbau calon penumpang memperhitungkan waktu perjalanan menuju stasiun agar tidak tertinggal kereta, mengingat potensi kepadatan lalu lintas selama libur panjang.

Penumpang juga diminta tidak membawa barang berlebihan dengan batas bagasi maksimal 20 kilogram per orang. Selain itu, tiket perjalanan harus sesuai dengan identitas penumpang.

Tidak ada ganjil genap

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jakarta meniadakan kebijakan ganjil genap di berbagai ruas jalan Jakarta pada 27-28 Mei 2026 yang bertepatan dengan libur dan cuti bersama Idul Adha 1447 Hijriah.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Ujang Hermawan mengatakan, selama periode tersebut aturan ganjil genap tidak diberlakukan. “Ketentuan ganjil genap ditiadakan 27–28 Mei 2026. Tetap jaga keselamatan dan patuhi rambu lalu lintas,” ujarnya.

Peniadaan ganjil genap tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Selain itu, juga sesuai dengan Peraturan Gubernur Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 yang menyebutkan aturan ganjil genap tidak berlaku pada akhir pekan dan hari libur nasional.

Kebijakan ganjil genap di Jakarta diterapkan di 25 ruas jalan untuk mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi. Di Jakarta Pusat, aturan ini berlaku di Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, Majapahit, Medan Merdeka Barat, MH Thamrin, dan Jenderal Sudirman.

Aturan ini juga diterapkan di Jalan Salemba Raya sisi barat dan sisi timur (dari Simpang Paseban Raya hingga Jalan Diponegoro), Jalan Kramat Raya, Jalan Stasiun Senen, Jalan Pintu Besar Selatan, serta Jalan Gunung Sahari.

Di Jakarta Selatan, ganjil genap berlaku di Jalan Sisingamangaraja, Panglima Polim, Fatmawati, Balikpapan, Kyai Caringin, Suryopranoto, Gatot Subroto, dan HR Rasuna Said.

Sementara di Jakarta Barat dan Jakarta Timur, ganjil genap berlaku di Jalan Tomang Raya, Jalan Jenderal S Parman, Jalan MT Haryono, Jalan DI Pandjaitan dan Jalan Jenderal A Yani.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Modus Pura-pura Beli, Pria di Medan Bawa Kabur Emas 150 Gram
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya Rombak Aturan Transfer Daerah, Penyaluran DBH dan DAU Dipercepat
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Pagu Transfer ke Daerah Tahun 2027 Rp 710 hingga Rp 810 Triliun, Sinyal Apakah?
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Kemenag Mengajak Umat Islam Verifikasi Arah Kiblat Mandiri Saat Fenomena Rashdul Kiblat
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Pemerintah Siapkan Aturan BLU Tampung Minyak Impor Rusia
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.