Liputan6.com, Jakarta - Subdit 2 Ditressiber Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial SR (39), pemilik akun media sosial berinisial K, karena diduga menyiarkan konten pornografi melalui siaran langsung (live streaming). Modus yang digunakan pelaku adalah mengadakan tantangan (challenge) berhadiah taruhan digital (gift).
Kanit 1 Subdit 2 Ditressiber Polda Metro Jaya, Kompol Immanuel Sinaga, menyampaikan bahwa akun K yang memiliki sekitar 387 ribu pengikut (followers) tersebut sengaja digunakan SR sebagai ruang siaran untuk mengundang sejumlah perempuan agar ikut serta dalam tantangan.
Advertisement
“Yang bersangkutan merupakan host. Dia mengundang talent wanita melakukan challenge di aplikasi,” kata Kompol Immanuel Sinaga kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).
Menurut Sinaga, pola permainan di dalam siaran tersebut menggunakan sistem penghargaan (reward) dan hukuman (punishment). Ketika penonton memberikan gift atau mengetuk-ngetuk layar (tap layar), host akan mendapatkan keuntungan materi. Sebaliknya, talent perempuan yang kalah harus menjalani hukuman saat siaran berlangsung.
“Contohnya lompat bintang, sehingga saat live streaming itu memunculkan adegan-adegan negatif,” ujarnya.
Kasus ini terbongkar setelah patroli siber Ditressiber Polda Metro Jaya menemukan adanya siaran langsung bermuatan pornografi dari akun tersebut. Setelah melakukan pelacakan profil (profiling), polisi berhasil menangkap SR.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit ponsel Oppo Reno 11 F 5G, akun media sosial berinisial K, dua akun email, serta tangkapan layar kode OTP untuk masuk ke akun tersebut.
Dalam pemeriksaan, SR mengakui telah mengoperasikan akun itu untuk melakukan live streaming demi mendapatkan keuntungan dari gift sekaligus menghibur penonton. Praktik serupa diakuinya sudah berjalan sekitar dua hingga tiga tahun dengan melibatkan banyak talent.
Kendati demikian, antara host dan talent tersebut diketahui tidak saling mengenal. Para talent umumnya merupakan pengikut atau penonton yang masuk ke ruang siaran milik host demi menaikkan jumlah pengikut mereka sendiri.
“Talent itu datang sendiri. Salah satu followers atau viewers host,” kata Sinaga.




