Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mendorong PT PLN (Persero) melakukan perbaikan sistem secara menyeluruh usai blackout listrik yang terjadi di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Saat ini, pemadaman listrik di Sumatera telah berhasil ditangani, di mana 100%~ jaringan kelistrikan telah pulih.
Sebagaimana diketahui, blackout listrik di Sumatera terjadi pada Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa kejadian tersebut bermuara pada terputusnya jaringan transmisi SUTET 275 kilovolt jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi.
“Jadi untuk ke depan, ya kita evaluasi untuk seluruh perbaikan yang dilakukan,” ucap Yuliot di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Selain itu, Yuliot juga mendorong pemasangan arde atau sistem pengamanan di wilayah yang rawan. Untuk memastikan keseimbangan suplai pembangkit di tiap daerah, ia meminta agar lokasi pembangkit tidak dibangun terlalu jauh dari pusat beban.
“Kemudian yang ketiga, itu harus ada keseimbangan suplai pembangkit di setiap daerah. Jangan terlalu banyak daerah-daerah mengalirkan listriknya dari daerah yang cukup jauh, seperti dari selatan ke utara, itu justru memerlukan waktu yang cukup lama untuk pemulihan,” imbuh Yuliot.
Baca Juga: Blackout di Sumatera, Anggota Komisi VI DPR Desak Evaluasi Total PLN
Baca Juga: Sekam Padi Jadi Energi, PLN EPI Perkuat Cofiring PLTU Indramayu
Dalam kesempatan itu, Yuliot juga menegaskan bahwa putusnya jalur transmisi tersebut tidak ada unsur kesengajaan, melainkan murni disebabkan oleh faktor alam.
“Enggak, itu tidak ada kesengajaan. Itu ya murni karena masalah kondisi alam,” tutupnya.





