TABLOIDBINTANG.COM - Aamir Khan buka suara soal perjalanan karier putranya, Junaid Khan, yang memilih membangun namanya sendiri di industri hiburan tanpa memanfaatkan popularitas sang ayah.
Dalam wawancara dengan Zee Music Company, Aamir mengungkapkan bahwa Junaid sengaja tidak menggunakan nama besar keluarganya untuk mendapatkan pekerjaan di dunia film. Sebaliknya, ia memilih menjalani proses audisi dan menghadapi penolakan seperti aktor pendatang baru lainnya.
“Dia sama sekali tidak mencoba mengikuti saya. Cara dia membangun karier benar-benar berbeda. Dia ingin menciptakan jalannya sendiri,” ujar Aamir.
Aktor film 3 Idiots itu menjelaskan bahwa Junaid lebih dulu mendalami teater sebelum pindah ke Mumbai dan mulai bertemu para casting director untuk mengikuti audisi.
Menurut Aamir, pada masa itu hampir tidak ada orang di industri maupun media yang mengetahui bahwa Junaid adalah putranya.
“Dia belajar teater, lalu datang ke Mumbai dan aktif di dunia teater sambil mengikuti audisi. Banyak orang bahkan tidak tahu dia anak saya. Saya juga tidak pernah memberitahukannya kepada siapa pun,” katanya.
Aamir juga mengungkapkan bahwa Junaid sempat mengalami banyak penolakan sebelum akhirnya mendapatkan film Maharaj.
“Dia ditolak delapan sampai sepuluh kali dalam audisi. Memang harus cocok juga dengan karakter yang dicari. Akhirnya dia mendapatkan Maharaj,” tutur Aamir.
Menariknya, Aamir mengaku baru mengetahui putranya terpilih dalam proyek film tersebut setelah diberi tahu oleh filmmaker Aditya Chopra.
“Adi bilang kepada saya, ‘Saya sudah melakukan tes untuk putra Anda dan saya akan membuat film bersamanya.’ Saya langsung kaget dan bilang, ‘Oh begitu, kejutan!’” kenangnya.
Aamir menegaskan bahwa Junaid memang sejak awal tidak ingin bergantung pada nama besar ayahnya.
“Dia tidak suka memakai nama saya. Dia tidak suka memanfaatkan saya,” ujar Aamir blak-blakan.
Ia juga merasa karakter Junaid sangat cocok untuk peran yang dimainkan di Maharaj karena kepribadiannya di kehidupan nyata memang cenderung pemalu dan introver.
“Di kehidupan nyata dia juga cukup geeky. Dia introver dan agak pemalu. Saya merasa dia adalah aktor yang tepat untuk peran itu dan hasilnya luar biasa,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Aamir juga sempat emosional saat membicarakan perannya sebagai ayah. Ia mengaku menyesal karena terlalu sibuk bekerja sehingga kurang memiliki waktu bersama anak-anaknya.
“Saya merasa tidak memberikan cukup waktu untuk anak-anak saya. Sekarang saya sedang mencoba menebusnya,” ungkapnya.
Bagi Aamir, kesempatan bekerja bersama Junaid menjadi momen yang sangat berarti secara emosional.
“Ini seperti kesempatan pertama bagi saya sebagai seorang ayah untuk melakukan sesuatu bagi putra saya. Saya sangat bersyukur untuk itu,” tutupnya.




