JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengajak jemaah haji asal Indonesia mendoakan para pemimpin bangsa dalam doa mereka.
"Doakan keluarga, para pemimpin bangsa, keselamatan Indonesia, dan kembalinya seluruh jemaah sebagai haji mabrur," ucapnya dalam sambutan di Arafah, Selasa (26/5/2026).
Gus Irfan juga mengatakan, Arafah adalah ruang muhasabah atau berkontemplasi para jemaah haji.
Para jemaah dilatih meninggalkan rafats, fusuq, dan jidal, yang secara garis besar berarti menahan hasrat seksual, berbuat maksiat, dan bertengkar.
Baca juga: DPR: Banyak Perbaikan Layanan Haji Dibandingkan Tahun Sebelumnya
Sebab itu, dia berharap para jemaah menggunakan sisa waktu wukuf dengan doa, zikir, dan meminta ampunan.
"Jemaah (juga) diminta menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, membawa perlengkapan secukupnya, membawa obat pribadi, dokumen identitas, masker, botol minum, dan perlengkapan ibadah," ucapnya.
Tahun Pertama Penyelenggaraan Haji dari KemenhajMenhaj juga mengatakan, penyelenggaraan haji 2026 menjadi momentum sejarah bagi Kementerian Haji dan Umrah.
Baca juga: Puncak Haji, Timwas Ingatkan Petugas Agar Tak Ada Jemaah Tertinggal
Sejak dibentuk dari Badan Penyelenggara Haji dan Umrah pada 2024, kemudian bertransformasi menjadi sebuah kementerian, lembaga ini akhirnya diamanatkan langsung menjadi penyelenggara.
Pada tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan ibadah haji dipegang oleh Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Haji dan Umrah.
"Karena itu, pelayanan haji tahun ini harus menjadi bukti bahwa negara hadir lebih fokus, lebih terarah, dan lebih dekat kepada jemaah," tandasnya.
219.147 jemaah jalani prosesi di ArmuznaSebagai informasi, puncak ibadah haji sudah dimulai hari ini, Selasa (26/5/2026) dengan pelaksanaan wukuf di Arafah.
Baca juga: Danantara Dinilai Perlu Kerja Sama dengan Katering Arab untuk Suplai Makanan Jemaah Haji
Setelah prosesi wukuf, para jemaah nantinya akan bermalam di Muzdalifah untuk kemudian bergerak menuju Mina dalam proses lontar jumrah.
Tiga fase penting inilah yang disebut fase Armuzna, singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Gus Irfan menjelaskan, sebanyak 202.551 jemaah haji reguler yang diterbangkan lewat 527 kelompok terbang sudah berada di Arafah.
Begitu juga dengan 16.596 jemaah haji khusus. Sehingga keseluruhan mencapai 219.147 jemaah haji.
Baca juga: Puncak Haji, Timwas Ingatkan Petugas Agar Tak Ada Jemaah Tertinggal
Ratusan ribu jemaah ini didampingi atau dibantu oleh 2.098 petugas jemaah haji yang tersebar di berbagai titik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




