Pakar UGM Minta Penyembelihan Kurban Lebih Ramah Hewan

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Proses penyembelihan hewan kurban untuk Iduladha 2026 tidak dapat dilaksanakan secara bebas dan tanpa pedoman yang sesuai dengan syariat. Beberapa hal, termasuk menjaga kondisi hewan kurban sebelum disembelih, perlu diperhatikan terutama oleh panitia kurban.

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menyorot aspek kesejahteraan hewan yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Iduladha.

“Aspek kesejahteraan hewan perlu menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kurban, karena itu pentingnya melaksanakan prinsip animal welfare atau 5 freedom,” ungkap Cuk Tri Noviandif dosen Fakultas Peternakan UGM, Selasa (26/5/2026).

Melansir Antara, kelima prinsip animal welfare tersebut antara lain, memastikan hewan yang akan disembelih bebas dari rasa lapar, haus, sakit, ketakutan, dan tetap berperilaku secara alami.

“Perlakuan yang baik terhadap hewan kurban diyakini akan membuat proses penyembelihan lebih aman dan berkualitas,” ucapnya.

Menurutnya, saat penyembelihan hewan kurban berlangsung, panitia harus menjaga agar suasana tetap tenang dan memastikan tidak ada kerumunan, suara bising, atau terlalu banyak orang di dalam area sembelih supaya hewan kurban tidak stres.

“Untuk itu, hanya petugas inti yang diperbolehkan berada di area penyembelihan, sementara anak-anak dan penonton diminta berada di luar radius aman,” katanya.

Selain itu, persiapan secara teknis juga menjadi faktor penting sebelum melakukan penyembelihan, di antaranya hewan perlu diistirahatkan, dipuasakan sekitar 12 jam tetapi tetap diberi air minum, dan ditaruh di area transit yang nyaman.

Dari sisi panitia, pisau yang digunakan untuk menyembelih harus tajam, bersih, dan tidak diperlihatkan kepada hewan. Panitia wajib menyiapkan alat pelindung diri (APD), sanitasi, serta alur pembagian kerja yang jelas saat kurban.

“Penyembelihan harus dilakukan dengan satu gerakan efektif pada titik yang tepat di belakang jakun untuk memastikan saluran utama terpotong sempurna sesuai syariat halal,” ujarnya.

Rio Olympias Sujarwanta Dosen Fakultas Peternakan UGM mengimbau panitia kurban untuk tidak merokok saat memotong daging, tidak batuk atau bersin di dekat daging, serta tidak mencuci jerohan di sungai yang berkemungkinan tercemar limbah dan bakteri.

“Penggunaan sarung tangan plastik juga dianjurkan guna mencegah kontaminasi mikroba pada daging kurban,” tuturnya.

Pengelolaan daging dan jeroan juga harus dipisahkan agar tidak terjadi kontaminasi silang dan menimbulkan bau tidak sedap. Hindari peletakkan daging langsung di atas tanah karena pertumbuhan kuman dapat dipicu dalam jumlah besar.

“Untuk distribusi, masyarakat dianjurkan menghindari penggunaan plastik hitam karena berpotensi mengandung bahan berbahaya, dan beralih menggunakan besek bambu atau wadah yang lebih aman serta ramah lingkungan,” jelasnya. (ant/vve/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cahaya Manthovani Bongkar Tantangan Jadi Perempuan Muda di Industri Kreatif
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Masjid Istiqlal Tiadakan Pembagian Daging Kurban Langsung saat Iduladha 1447 H
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban, Gunakan APBN Capai Rp100 Miliar
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Iran Klaim Pungut Biaya Jasa Navigasi di Selat Hormuz, Bukan Tarif Tol
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Menkeu Purbaya Berani Sebut 10 Raksasa Sawit Mainkan Harga Ekspor, Negara Rugi Rp1,48 Triliun
• 21 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.