TANGERANG, KOMPAS.com - Bea dan Cukai Soekarno-Hatta menduga 12 penumpang yang kedapatan membawa 17,55 kilogram emas senilai Rp 45,7 miliar ke Hong Kong hanya berperan sebagai kurir.
Adapun 12 penumpang tersebut, yakni 11 WN China berinisial FH, XWQ, FCT, WW, ZH, ZL, WJ, GJ, ZQ, CG, dan WHL, sedangkan satu WNI berinisial LCD.
"Kami menduga bahwa mereka ini kurir, dan kalau melihat barang-barangnya tadi (emas) adalah barang-barang (emas) yang belum jadi," ujar Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang di Kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Selasa (26/5/2026).
Baca juga: 11 WN China dan 1 WNI Diduga Selundupkan 17,55 Kg Emas Senilai Rp 45,7 Miliar ke Hong Kong
Ia mengatakan bahwa sebagian besar pembawa emas merupakan warga negara China yang terbang menuju Hong Kong.
Emas-emas yang dibawa para penumpang itu terdiri dari berbagai bentuk, mulai dari koin, batangan, hingga disamarkan menjadi perhiasan.
“Ada juga yang barang disimpan di dalam koper, ada yang dimasukkan ke dalam saku, dan ada yang dipakai sebagai kalung,” kata dia.
Lebih lanjut, Hengky menduga, emas yang dibawa oleh 12 penumpang itu, nantinya akan dilebur di negara Hong Kong untuk diproduksi menjadi perhiasan atau barang berbahan emas lainnya.
“Jadi kemungkinan besar nanti di negara tujuan akan dilebur dan mungkin dibuat sebagai perhiasan dari emas,” kata Hengky.
Adapun 12 penumpang tersebut diamankan di Kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Namun, saat dilakukan pemeriksaan, para penumpang memberikan alasan berbeda terkait asal-usul emas yang dibawa.
Ada beberapa dari mereka yang mengaku membeli emas di Indonesia.
Baca juga: Tetap Masuk Saat Idul Adha Tanpa Dibayar Lembur, Buruh Indomaret: Kayak Enggak Dihargai
Bahkan ada juga yang beralasan emas yang dibawanya merupakan pembayaran utang dalam bentuk emas, hingga ada juga yang diminta untuk membawa koper.
Selain itu, petugas juga menemukan adanya kemiripan pola perjalanan para penumpang.
Pasalnya, dari pemeriksaan diketahui bahwa para 12 penumpang itu berada dalam penerbangan yang sama dan membawa emas dengan bentuk serupa.
“Memang mereka seakan-akan tidak mengenal satu dengan yang lain. Tapi bisa bareng dalam satu pesawat, kemudian barang yang mereka bawa mirip-mirip semuanya, itukan aneh,” jelas Hengky.





