Hari Raya Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban dan berkumpul bersama keluarga. Dalam Islam, ada sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW agar momen hari raya menjadi lebih bermakna dan penuh pahala.
Amalan-amalan ini dapat dilakukan sejak malam takbiran hingga pelaksanaan salat Idul Adha. Selain menjadi bentuk syiar Islam, sunnah-sunnah tersebut juga mengajarkan kebersihan, kebersamaan, hingga mempererat hubungan antarsesama Muslim.
Dirangkum dari laman NU Online dan MUI, berikut 7 amalan sunnah Idul Adha yang dianjurkan Rasulullah SAW:
Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir di masjid, mushalla, hingga rumah-rumah mulai malam Idul Adha sampai akhir hari tasyrik, yakni 13 Dzulhijjah.
Anjuran ini disebutkan dalam kitab Raudlatut Thalibin yang menjelaskan bahwa membaca takbir sejak terbenam matahari pada malam hari raya termasuk sunnah yang sangat dianjurkan.
Selain bertakbir, umat Islam juga dianjurkan menghidupkan malam Idul Adha dengan ibadah seperti dzikir, membaca Al-Qur’an, dan doa.
Baca Juga: Waktu Mustajab Berdoa saat Hari Arafah, Momen Penuh Berkah yang Jangan Sampai Terlewat
2. Mandi Sebelum Salat IdMandi sebelum berangkat salat Idul Adha juga termasuk sunnah Rasulullah SAW. Tujuannya untuk membersihkan diri dan membuat tubuh lebih segar saat menghadiri salat berjamaah.
Mandi sunnah Id dapat dilakukan mulai pertengahan malam hingga sebelum berangkat ke masjid. Namun, waktu yang paling utama adalah setelah subuh sebelum menuju tempat salat.
3. Memakai Pakaian Terbaik dan BersihRasulullah SAW menganjurkan umat Islam mengenakan pakaian terbaik, bersih, dan suci saat Hari Raya Idul Adha.
Sebagian ulama menyebut pakaian putih lebih utama digunakan bagi laki-laki, termasuk memakai serban jika ada. Anjuran ini berlaku bagi semua laki-laki, baik yang mengikuti salat Id maupun yang bertugas menjaga keamanan lingkungan.
Sementara bagi perempuan, dianjurkan memakai pakaian yang sederhana dan tidak berlebihan. Berdandan mencolok atau memakai wangi-wangian secara berlebihan hukumnya makruh.
4. Berjalan Kaki Menuju Tempat SalatBerjalan kaki menuju masjid atau lapangan tempat salat Id termasuk sunnah yang dianjurkan. Selain lebih utama, hal itu juga menjadi kesempatan untuk menyapa dan bersalaman dengan sesama Muslim.
Namun, bagi lansia atau orang yang tidak mampu berjalan jauh, diperbolehkan menggunakan kendaraan.
Umat Islam juga dianjurkan datang lebih awal agar mendapat saf depan dan bisa ikut bertakbir bersama jamaah sebelum salat dimulai.
Baca Juga: Selain Puasa, Ini 7 Amalan Hari Arafah yang Sayang Jika Dilewatkan
5. Melewati Jalan Berbeda Saat Pergi dan PulangAmalan sunnah Rasulullah SAW saat Hari Raya yang berikutnya adalah melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari salat Id.
Dari sahabat Jabir bin Abdullah, disebutkan: “Nabi SAW ketika shalat ‘ied, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.” (HR Bukhari no. 986)
Para ulama menjelaskan, sunnah ini memiliki hikmah untuk memperluas syiar Islam dan mempererat hubungan sosial dengan masyarakat.
6. Makan Setelah Salat Idul AdhaBerbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan sebelum salat Id, pada Idul Adha umat Islam justru disunnahkan makan setelah selesai salat.
Pada masa Rasulullah SAW, makanan yang dikonsumsi biasanya berupa kurma dengan jumlah ganjil. Namun, karena makanan pokok masyarakat Indonesia berbeda, maka boleh makan nasi atau makanan lain sesuai kebiasaan daerah masing-masing. Jika memiliki kurma, maka itu lebih utama untuk dikonsumsi.
7. Menunjukkan Kebahagiaan dan Mempererat SilaturahimHari Raya Idul Adha merupakan hari kebahagiaan bagi umat Islam. Karena itu, umat Muslim dianjurkan menunjukkan wajah bahagia, saling memaafkan, dan mempererat silaturahim.
Mengunjungi keluarga, tetangga, hingga kerabat turut menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan agar hubungan persaudaraan semakin erat di momen hari raya.





