Liputan6.com, Jakarta - Kodam Jaya memastikan prajurit TNI mulai dilibatkan dalam patroli gabungan anti begal bersama Polda Metro Jaya. Namun, seluruh operasi tetap berada di bawah kendali kepolisian.
Kepala Penerangan Kodam Jaya Letkol Arh Noor Iskak mengatakan, peran TNI sebatas mendukung patroli yang diminta pihak kepolisian.
Advertisement
“Betul, patroli dilaksanakan bersama-sama di bawah kendali Polda Metro Jaya, kami sifatnya mendukung kegiatan patroli tersebut sesuai dengan permintaan dari kepolisian,” kata Noor saat dihubungi, Selasa (26/5/2026).
Noor menegaskan, bila prajurit memergoki pelaku begal di lapangan, tindakan dilakukan bersama tim patroli dan proses hukumnya tetap menjadi kewenangan polisi.
“Tindakan dilakukan menangkap bersama-sama tim patroli di bawah kendali kepolisian, begal yang ditangkap diserahkan dan sepenuh kewenangan polisi,” ucap dia
Terkait titik rawan, Kodam Jaya tidak menyebut wilayah tertentu. Menurut Noor, dukungan patroli dilakukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya sesuai permintaan resmi kepolisian.
“Kami mendukung kegiatan patroli di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sesuai dengan permintaan dalam permohonan yang diajukan oleh kepolisian,” ucap dia.




