JAKARTA, KOMPAS.com – PT Indomarco Prismatama buka suara terkait polemik perubahan skema upah lembur kerja pada hari libur nasional yang diprotes buruh hingga berujung aksi unjuk rasa di Menara Indomaret, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Selasa (26/5/2026).
Customer Relationship Management Executive Director PT Indomarco Prismatama, Gondo Sudjoni, menegaskan perusahaan tidak sepenuhnya menghapus upah lembur seperti yang dikeluhkan pekerja.
“Jadi kita tuh tidak benar-benar menghapuskan lembur. Jadi ada yang diganti hari libur, ada juga yang masih dibayarkan upah lemburnya,” kata Gondo saat ditemui di Menara Indomaret, Selasa.
Baca juga: Tuntutan Dipenuhi, Massa Buruh Indomaret Bubar dari Gedung Kemnaker RI
Gondo menjelaskan perubahan skema tersebut dilakukan di tengah meningkatnya biaya operasional perusahaan.
“Iya, gini, situasi sekarang ini kan kita tahu semua ya, kondisi ekonomi global. Semuanya harus ada keseimbangan dalam berbisnis,” ujar dia.
Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), bahan baku, hingga kemasan berdampak langsung pada biaya operasional perusahaan.
“Sekarang ini kan BBM naik, kemudian kemasan naik, harga bahan baku naik. Kemudian semua biaya-biaya semakin tinggi. Ini kan akan berakibat kepada biaya operasional,” kata Gondo.
Ia menyebut perusahaan perlu melakukan penyesuaian agar bisnis tetap berjalan seimbang.
Baca juga: Tuntutan Buruh Indomaret Dipenuhi, Lembur Kerja Tanggal Merah Tetap Dibayar
“Kalau semua biaya itu naik kemudian kita tuh tidak ada keseimbangan di dalam berbisnis, itu akan membuat perusahaan itu tidak mendapatkan keseimbangan dalam berbisnis,” lanjut dia.
Disebut Bagian dari EfisiensiGondo mengatakan perubahan skema lembur juga menjadi bagian dari langkah efisiensi perusahaan di tengah tingginya biaya distribusi dan pelayanan toko.
“Kalau kita tidak bersikap efisien dalam hal biaya operasional kita juga ini sudah sangat membebani, berat sekali ya,” ujar dia.
Ia mencontohkan tingginya biaya distribusi ke sejumlah daerah di luar kota.
“Kalau yang di luar kota, ada yang jaraknya sampai 200 kilo, contoh di Sulawesi jaraknya didatangi ratusan kilo. Ini kan biayanya tinggi sekali,” tutur dia.
Meski begitu, perusahaan tetap berupaya menjaga pelayanan kepada konsumen.
Baca juga: Buruh Indomaret Demo di Gedung Kemnaker, Minta Tuntutan Segera Dipenuhi
“Sementara kita harus tetap memberikan servis kepada konsumen,” lanjut dia.





