JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengungkapkan banyak masyarakat yang melaporkan adanya dugaan penipuan terkait jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Jadi memang beberapa waktu ini saya mendatangi Polda, Polres, ya, sehubungan dengan banyaknya laporan-laporan dari korban-korban penipuan oknum-oknum yang mengatasnamakan BGN atau tidak mengatasnamakan BGN, dia menguangkan titik-titik yang diajukan untuk SPPG," kata Sony di kantornya, Selasa, 26 Mei 2026.
BACA JUGA:Waka BGN Sony Santai Tanggapi Isu OTT: Hari Ini Saya di Sini
Sony mengungkapkan hingga saat ini dirinya baru mengetahui sedikitnya lima kasus penipuan terkait titik SPPG. Namun, ia menduga jumlah sebenarnya bisa lebih banyak.
Sony menjelaskan, kasus penipuan titik SPPG juga terjadi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
“Kasusnya sudah banyak. Tapi yang muncul, yang baru saya ketahui itu baru lima kejadian,” jelasnya.
Menurut dia, modus yang digunakan pelaku umumnya menawarkan bantuan pengurusan titik SPPG dengan mengklaim memiliki koneksi di BGN.
BACA JUGA:Waka BGN-Polri Sukses Bongkar Penipuan dan Penjualan Titik SPPG di Jabar
Setelah calon korban menyerahkan uang, pelaku kemudian menunjukkan ID SPPG sebagai bukti seolah-olah pengajuan telah disetujui.
"Biasanya dia menawarkan jasa, mau daftar enggak? Saya sudah ada channel (kenalan) di BGN, setelah itu, keluarlah ID SPPG (palsu). Nilai uang yang diminta dalam praktik tersebut berkisar antara Rp50-200 juta," katanya.
Dia berharap, agar kasus ini bisa segera diusut tuntas. Apalagi, para pelaku ada yang menjual nama BGN.
BACA JUGA:Per 2 Juni SPPG Bakal Kena Suspend Mayor Jika Tak Layani Minimal 300 Penerima Manfaat 3B
Sony mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan praktik jual beli titik SPPG ini.
"Saya imbau kepada seluruh masyarakat bahwa proses pengusulan atau pengajuan titik-titik SPPG itu dilakukan secara online. Panitia di pusat itu melakukan verifikasi administrasi, kemudian SPPI-SPPI yang ditugaskan di lapangan melakukan survei lapangan. Dan di sana tidak dipungut biaya," tuturnya.





