Nandana Dwitiya: Inovasi Digital BPJS Kesehatan Curi Perhatian Delegasi AeHIN

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Transformasi digital dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menjadi perhatian BPJS Kesehatan. 

Berbagai inovasi layanan dan pengelolaan data digital yang dikembangkan BPJS Kesehatan pun mendapat perhatian forum internasional dari delegasi Asia eHealth Information Network (AeHIN), dalam rangka memastikan pengembangan sistem kesehatan digital di kawasan Asia Pasifik.

BACA JUGA:Iduladha 2026 di Jakarta, Khoirudin Cek Langsung RPH Dharma Jaya dan Kesehatan Hewan Kurban

Direktur Informasi dan Teknologi BPJS Kesehatan, Setiaji, menjelaskan bahwa dengan kunjungan delegasi AeHIN ke kantor BPJS Kesehatan, para peserta memperoleh gambaran mengenai implementasi sistem JKN di Indonesia, termasuk berbagai inovasi digital yang dikembangkan untuk meningkatkan akses, mutu, dan efisiensi layanan kesehatan bagi peserta Program JKN. 

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antarnegara dalam pengembangan sistem kesehatan berbasis teknologi digital. 

BACA JUGA:Mees Hilgers Gagal Cabut dari FC Twente, Bek Timnas Indonesia Tak Jadi Hengkang Gegara Blunder Ini

"Saat ini, jumlah peserta JKN telah menjangkau lebih dari 285 juta jiwa atau 98 persen lebih dari penduduk Indonesia. 

"Dalam mendukung pelayanan bagi peserta, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 23.625 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta 3.207 rumah sakit dan klinik utama di seluruh Indonesia," jelas Setiaji.

Setiaji menambahkan, delegasi AeHIN diberi kesempatan untuk memantau dashboard digital milik BPJS Kesehatan yang digunakan untuk mendukung pengelolaan Program JKN secara lebih efektif dan terintegrasi di Performance Management Center BPJS Kesehatan. 

BACA JUGA:Aksi Gemilang Farrel Raffelyno Warnai Kerja Sama DUNLOP Indonesia dengan Garasi Drift Team

Melalui pemanfaatan teknologi digital, dashboard ini dapat memantau transaksi pelayanan dalam penyelenggaraan Program JKN secara real time, guna memastikan layanan berjalan optimal, akuntabel, dan tepat sasaran.

"Melalui sistem pemantauan dan analisis data yang digunakan BPJS Kesehatan dalam mendeteksi potensi fraud pada proses klaim layanan kesehatan. Pemanfaatan dashboard dan analisis data tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola Program JKN agar berjalan lebih transparan, efektif, dan berkelanjutan," terang Setiaji.

BACA JUGA:Akun Sosmed Rifaldy Fajar dan Prihantini Hilang usai Viral Diduga Bikin Riset Palsu di ISPPD 2026

Transformasi digital dalam ekosistem JKN tidak hanya berfokus pada kemudahan layanan, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data. 

Menurut Setiaji, pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan Program JKN sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi peserta.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Paus Leo Singgung Senjata AI di Luar Kendali Manusia di Tengah Perang Iran
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Alasan Persib Menunjuk Igor Tolic Menggantikan Bojan Hodak
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Daftar Emiten Bayar Dividen Minggu Ini, Buat Modal Libur Panjang
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Foto: Jelang Hari Raya Idul Adha, Stasiun Senen Mulai Dipadati Penumpang
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Gorden Impor Masih Kena Bea Masuk Tambahan, Tarif Rp9.841/kg
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.