REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Baru-baru ini viral seorang pria dengan akun TikTok @spillscammer.exe membagikan pengalaman pahitnya batal menikah karena ditipu oleh calon pengantin wanita. Menurut pengakuan pria tersebut, calon pengantin wanita telah menguras dana tabungan bersama untuk biaya pernikahan dan hanya menyisakan Rp29 ribu.
Menanggapi hal ini, perencana keuangan sekaligus pendiri Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Soetikno mengatakan komitmen menyiapkan tabungan untuk pernikahan sebenarnya merupakan langkah yang positif. Namun menurut dia, penggunaan rekening bersama untuk menabung sebelum menikah memiliki risiko yang cukup besar.
Baca Juga
Hadiri Pernikahan El Rumi-Syifa Hadju, Presiden: Saya Sahabat Baik Ahmad Dhani
Perjuangan Emosional Model Gazini Ganados Selamatkan Keluarganya di Gaza
Deretan Aktivis Perempuan Dunia yang Berani Taruh Nyawa Tembus Blokade Gaza
"Memang banyak calon pasangan yang akan menikah membuat tabungan bersama untuk persiapan menikah. Niatnya saya rasa ya positif, tapi menurut saya tabungan bersama seperti itu sangat berisiko," kata Mike saat dihubungi Republika, Selasa (26/5/2026).
Ilustrasi Tabungan - (Republika/Mardiah)
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut Mike, salah satu risiko terbesar dari tabungan bersama sebelum menikah adalah kemungkinan batalnya pernikahan. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari perselingkuhan, ketidakcocokan, hingga musibah seperti salah satu pasangan meninggal dunia. la menilai kondisi tersebut dapat menimbulkan persoalan baru apabila dana persiapan pernikahan disimpan dalam rekening bersama atas nama kedua pihak.
"Nah salah satu contoh kasusnya adalah pada kasus yang sedang ramai di TikTok ini. Tabungan bersama kemudian dikuasai oleh salah satu pihak dan diambil tanpa pengetahuan pihak yang lain," kata Mike.
Ilustrasi Tabungan - (Foto : Nniiong)
Selain itu, pernikahan juga bisa saja batal karena alasan seperti ketidakcocokan atau perbedaan paham yang sulit dipersatukan. Hal ini pun pada akhirnya akan membuat proses pembagian tabungan tersebut bisa memicu konflik. "Apalagi kan kalau baru putus hubungan itu emosi kedua belah pihak belum stabil, masih penuh emosi. Kalau nanti ketemu dan membicarakan pemisahan saldo tabungan bersama saja bisa sangat berat," ujarnya.