JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, suasana di halaman Masjid Jami’ Al-Musyawarah, Grogol, Jakarta Barat, mulai ramai dan sibuk sejak malam hari.
Di antara deretan sapi dan kambing kurban, sejumlah warga tampak berjaga hingga dini hari untuk memastikan hewan-hewan tersebut tetap aman.
Salah satunya Bari (58), warga yang mengaku sudah ikut menjaga hewan kurban sejak tahun 1990-an.
Baca juga: Waktu Bikin Si Doel, Saya Tak Punya Uang Kenang Rano Karno Saat Kunjungi RT Inovasi di Jaksel
“Setiap ada kegiatan kurban ini, pasti kita jaga keamanan hewan kurban. Karena kalau enggak dijaga, bisa hilang nanti,” ujar Bari saat ditemui di Masjid Jami’ Al-Musyawarah, Rabu (27/5/2026).
Bari mengatakan, selama puluhan tahun menjaga hewan kurban, ia belum pernah mengalami kehilangan.
Hal itu, menurut dia, berkat kekompakan warga yang selalu saling membantu.
“Alhamdulillah belum pernah ada kejadian. Dari tahun 90-an saya di sini belum pernah ada kehilangan,” kata dia.
Tahun ini, jumlah hewan kurban di masjid tersebut meningkat dibanding tahun lalu.
Jika sebelumnya hanya terdapat tiga ekor sapi dan 18 kambing, kini jumlahnya menjadi tiga ekor sapi dan 24 kambing.
“Kadang bertambah, kadang berkurang. Tergantung kondisi ekonomi juga,” ujar Bari.
Tak hanya menjaga hewan, para panitia dan warga juga harus membersihkan area masjid setelah proses penyembelihan selesai.
Baca juga: Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng Viral, Golkar Sebut Penghargaan Netizen Atas Kerja Keras Bahlil
Menurut Bari, pekerjaan tersebut menjadi bagian yang paling melelahkan.
“Menjaga, membersihkan, mengelola, merapihkan. Karena setelah selesai kan bau dan kotor,” ucap dia.
Meski demikian, Bari mengaku tetap menjalani tugas tersebut dengan ikhlas. Bahkan, selama dua malam terakhir ia rela tidak tidur demi menjaga hewan kurban.