JAKARTA, KOMPAS.com - KBRI Kuala Lumpur menyampaikan update terkini terkait insiden tenggelamnya kapal yang diisi Warga Negara Indonesia (WNI) di perairan Perak, Malaysia pada Senin (11/5/2026) lalu.
Saat ini, 5 WNI tengah diperiksa oleh Kepolisian Malaysia atas dugaan pengiriman migran ilegal.
"5 WNI lainnya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh PDRM dengan dugaan keterkaitan dengan tindak pengiriman migran illegal," tulis KBRI Kuala Lumpur, Selasa (26/5/2026) malam.
Pemeriksaan 5 WNI tersebut merupakan pengembangan dari pemeriksaan 18 WNI yang selamat.
Dalam insiden yang menewaskan 16 orang ini, KBRI Kuala Lumpur telah berkoordinasi dengan otoritas Malaysia, di antaranya Polis Diraja Malaysia (PDRM), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), IPK Perak, IPD Manjung, Jabatan Kesehatan Masyarakat (JKM), serta Rumah Sakit Teluk Intan.
Baca juga: KBRI Kuala Lumpur Kawal Identifikasi Jenazah WNI Korban Kapal Tenggelam
KBRI Kuala Lumpur menyampaikan, koordinasi dilakukan untuk memastikan penanganan kasus berjalan secara menyeluruh dari aspek akses kekonsuleran, identifikasi korban, hingga pelindungan kemanusiaan bagi WNI yang terdampak.
Dalam perkembangannya, KBRI Kuala Lumpur telah memperoleh akses untuk bertemu langsung dengan 18 WNI yang selamat, guna melakukan verifikasi identitas, pendalaman informasi, serta memastikan kondisi mereka.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, para WNI yang selamat diketahui berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara.
Baca juga: Kemlu: 23 WNI yang Selamat dari Kapal Tenggelam di Malaysia berasal dari Aceh hingga NTT
Menurut KBRI, seluruh WNI yang selamat dalam kondisi baik dan sehat.
Lalu, untuk mempercepat proses identifikasi 16 WNI yang tewas, KBRI Kuala Lumpur bekerja sama erat dengan Polri untuk melakukan penelusuran keluarga korban, serta pengambilan sampel DNA dari keluarga WNI yang diduga terkait dengan korban meninggal dunia.
Pemerintah mengeklaim akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini secara intensif dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di Malaysia maupun Indonesia.
"Serta menjaga komunikasi aktif dengan keluarga korban untuk menyampaikan perkembangan terbaru sebagai bagian dari komitmen pelindungan WNI," imbuh KBRI Kuala Lumpur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




