REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pondok pesantren di Jawa Tengah dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan setelah kasus kekerasan seksual terbongkar. Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen mengakui lembaga pendidikan pesantren tak bersih dari praktik kekerasan seksual.
Baca Juga
- Gus Yasin Akui Lingkungan Ponpes Belum Bersih dari Kekerasan Seksual
- Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati Kembali Dilaporkan ke Polisi Soal Kasus Kekerasan Seksual
- Usai Dicabuli, Santriwati di Jepara Diancam Pengasuh Ponpes: Kalau Keluargamu Tahu, Bapak-Ibumu Mati
Loading...
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; } Advertisement




