jakarta.jpnn.com - Gubernur Papua Matius D Fakhiri mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah penting dalam membangun kualitas generasi muda Papua.
“Program ini tidak hanya soal makanan bergizi, tetapi tentang masa depan anak-anak Papua agar tumbuh sehat, kuat, dan siap bersaing,” ujar Matius saat meninjau pembangunan SPPG di Kabupaten Supiori, Sabtu (23/5).
BACA JUGA: Apresiasi Pidato Prabowo, Karman BM Berharap Hilirisasi Harus Jadi Jalan Menuju Keadilan Ekonomi
Kabupaten Supiori dipersiapkan menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan dapur MBG di Papua.
Pemerintah setempat membangun 12 titik SPPG, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sebagai bentuk komitmen pemerataan pelayanan gizi.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Minta Masyarakat Merekam Aparat yang Sewenang-wenang
Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, MBG juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga lokal.
Pemerintah Provinsi Papua mendorong pemanfaatan hasil kebun, perikanan, dan produk pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.
BACA JUGA: Prabowo Bilang Masyarakat Desa Tidak Pakai Dolar, Dudung: Beliau Pemimpin yang Bijak
Langkah tersebut membuat petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil memiliki kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam rantai pasok program.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Gunalan mengatakan Papua memiliki potensi besar dalam pengembangan menu berbasis pangan lokal.
“Papua memiliki sumber pangan yang kaya dan bernilai gizi tinggi. Potensi ini bisa menjadi kekuatan utama dalam mendukung keberhasilan MBG,” katanya.
Program MBG juga dinilai memberi dampak positif terhadap dunia pendidikan.
Anak-anak sekolah yang memperoleh makanan bergizi dinilai lebih fokus dan bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix V Wanggai menilai MBG menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi masyarakat Papua.
“MBG bukan sekadar program gizi, melainkan bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi masyarakat yang melibatkan sektor pertanian, perikanan, pendidikan, dan kesehatan,” ujar Velix. (Jos/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ragil




