Bangkalan (beritajatim.com) – Atap teras bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, roboh sebelum sempat digunakan.
Peristiwa itu terjadi pada Senin pagi (25/5/2026). Kerusakan bangunan baru tersebut diduga akibat konstruksi serta material penyangga yang tidak kuat menahan beban.
Kontraktor proyek, Chairul Rohman, belum memberikan tanggapan terkait insiden tersebut. Saat dikonfirmasi, ia tidak merespons maupun mengangkat telepon.
Sementara itu, Komandan Kodim 0829/Bangkalan, Letkol Inf. Nanang Fahrur Rozi, menyebut kerusakan dipengaruhi kondisi lingkungan di sekitar bangunan. “Itu lokasi pinggir jalan, kena getaran. Lalu intensitas hujan dan angin. Saat ini tim sudah di lokasi,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Sedangkan Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqulhak Alfarisi, menyayangkan insiden tersebut. Ia menilai bangunan KDMP yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto seharusnya dikerjakan secara maksimal dengan material sesuai standar.
Menurutnya, robohnya atap sebelum bangunan digunakan menjadi peringatan serius terkait kualitas pengerjaan proyek tersebut. Ia khawatir kerusakan serupa terjadi di bagian lain bangunan karena material yang dipakai disebut sama.
“Ini masih untung kejadiannya sebelum koperasi ini beroperasi. Saya cuma khawatir kalau ini terjadi ketika sudah buka, warga kami yang jadi korban, baik pembeli maupun petugas koperasi nanti,” katanya.
Zaiqulhak mengaku sejak awal sudah mengingatkan pelaksana proyek terkait kualitas material atap yang digunakan. Namun, peringatannya disebut tidak dihiraukan. “Saya sudah pernah ingatkan saat awal pemasangan, kalau materialnya seperti itu cepat rusak, tapi tidak digubris,” ujarnya.
Ia meminta agar proses perbaikan dilakukan dengan mengganti material menggunakan kualitas yang lebih baik agar kejadian serupa tidak terulang. “Sekarang saya minta agar pelaksana mengganti material atap teras ke yang lebih bagus. Saya enggak mau nanti warga saya jadi korban,” tegasnya. [sar/kun]




