Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/sederajat tahun 2026 akan dimulai lebih awal dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati, mengatakan pelaksanaan TKA SMA dimajukan satu pekan menjadi 26 Oktober hingga 8 November 2026.
“Jadi yang pertama tentang linimasa pelaksanaan TKA jenjang SMA maju sedikit satu pekan, pelaksanaan menjadi 26 Oktober sampai 8 November. Pendaftaran akan kami mulai di Bulan Agustus, lebih dari satu bulan waktu yang disediakan,” kata Rahmawati dalam Taklimat Media Hasil TKA jenjang SMP/MTs/sederajat dan SD/MI/sederajat di Gedung Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (26/5).
Rahmawati menjelaskan, perubahan jadwal dilakukan untuk mengakomodasi skema baru pelaksanaan TKA yang kini berlangsung selama empat hari dengan satu mata pelajaran diujikan setiap harinya.
“Dengan masukan dan evaluasi tahun 2025, tahun ini untuk mata pelajaran wajib tidak lagi diujikan satu hari tapi satu hari satu mata pelajaran,” ujarnya.
Ia mengatakan, pada pelaksanaan tahun sebelumnya siswa harus mengerjakan beberapa mata pelajaran dalam satu hari sehingga banyak peserta mengeluhkan padatnya jadwal ujian.
“Karena kemarin satu hari tiga mata pelajaran banyak yang mengeluh, sekarang kita bagi satu hari satu mata pelajaran. Jadi tanggal berakhirnya tidak boleh mundur harus tetap, tetapi pelaksanaannya lebih panjang. Itu alasan mengapa kami majukan satu pekan,” jelasnya.
Dalam skema baru tersebut, hari pertama digunakan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yang juga memuat literasi membaca dan survei karakter. Hari kedua untuk Bahasa Inggris dan survei lingkungan belajar, hari ketiga khusus Matematika yang memuat numerasi, sedangkan hari keempat digunakan untuk dua mata pelajaran pilihan sesuai minat peserta.
Selain itu, pelaksanaan TKA tahun 2026 juga akan dilakukan serentak di seluruh zona waktu Indonesia.
“Tidak ada perbedaan waktu lintas zona artinya dilakukannya secara serempak antara Indonesia Barat, Indonesia Tengah dan Indonesia Timur,” kata Rahmawati.
Kemendikdasmen juga memastikan materi TKA tidak mencakup seluruh pembelajaran kelas XII. Rahmawati mengatakan cakupan materi hanya sampai pertengahan semester lima dan telah diatur dalam framework TKA yang dipublikasikan secara terbuka.
“Framework TKA sendiri juga sudah sangat dibatasi materinya hanya sampai pertengahan semester lima, jadi semester enam sama sekali tidak ikut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyebut pndaftaran TKA SMA/sederajat akan dibuka mulai 18 Agustus hingga 27 September 2026.
“Tentunya penyesuaian yang disiapkan ini antara lain jadwal serempak antar zona waktu, kemudian pelaksanaannya tentunya berbasis mata pelajaran,” kata Toni.
Nantinya gelombang pertama akan dilaksanakan pada tanggal 26-29 Oktober, kemudian gelombang kedua berlangsung pada tanggal 2-5 November. Sementara gelombang khusus berlangsung pada tanggal 31 Oktober-1 November dan tanggal 7-8 November.
Sebagai informasi, berikut linimasa pelaksanaan TKA jenjang pendidikan SMA sederajat tahun 2026:
Pendaftaran: 18 Agustus-27 September
Simulasi: 21-27 September
Gladi bersih: 5-18 Oktober
Pelaksanaan utama: 26 Oktober-8 November
Pelaksanaan susulan: 16-29 November
Pengolahan hasil TKA: 8 November-22 Desember
Hasil TKA SMA/sederajat 2026 nantinya diumumkan pada 23 Desember 2026 dan akan dimanfaatkan sebagai salah satu komponen dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2027.





