Beradu Solusi di Desa Wisata Gunung Padang

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Desa Wisata Situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu destinasi budaya unggulan yang telah menembus 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Desa dengan panorama alam dan kesejukannya ini berpusat pada situs megalitikum tempat tersimpannya jejak punden berundak prasejarah terbesar di Asia Tenggara. Situs ini disebut-sebut merepresentasikan peradaban manusia sejak 3.000 tahun lalu. 

Baca Juga
  • BPKH Hadirkan Syiar Haji Untuk Generasi Muda
  • Teriakan Pembunuh Warnai Sidang di PN Indramayu
  • Festival Kampung Dongeng Jaksel Semarakkan Taman Bendera Pusaka

Secara geografis, Desa Wisata Situs Gunung Padang berada di kawasan perbukitan dan pegunungan, dengan lanskap didominasi perkebunan dan area alami, serta air terjun (Curug Ciwung). Masyarakat desa yang berjarak 30,8 kilometer dari pusat kota Cianjur ini masih menjaga tradisi gotong royong, kearifan lokal, hingga cara hidup harmonis dengan alam. 

Selain bekerja di sektor pertanian dan pariwisata, warga Desa Wisata Situs Gunung Padang juga mengembangkan berbagai potensi ekonomi kreatif dan produk UMKM lokal seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke sana.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Desa wisata ini pun menjadi lokasi final program Genera-Z Berbakti. Tim IPB University dan Universitas Padjajaran akan beradu dan saling menguji gagasan untuk menjadi solusi atas permasalahan di sekitar desa wisata tersebut.

“BCA berkomitmen agar program Genera-Z Berbakti hadir sebagai penghubung strategis mahasiswa dan masyarakat, bukan hanya sebagai kompetisi gagasan. Kami berharap tim yang mendapatkan kesempatan merealisasikan ide-idenya di Desa Wisata Situs Gunung Padang bisa menyumbangkan solusi bermanfaat, serta mengimplementasikannya demi kemajuan sosial, kesehatan, dan kelestarian lingkungan di sana. Melalui pengabdian masyarakat di desa binaan Bakti BCA ini, inovasi dari para finalis mampu memberikan dampak nyata yang menyelaraskan pelestarian warisan budaya dengan peningkatan kesejahteraan warga lokal,” kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn lewat keterangan tertulis. 

Batu-batu balok jenis batuan beku andesit terhampar berserakan di situs Megalith Gunung Padang, Kab. Cianjur, Jawa Barat, (3/12/2012). Situs Megalith Gunung Padang diperkirakan berumur 1.500 SM. Luas zona inti lokasi situs 4.000 meter dari luas keseluruhan area 10.000 meter, yang berada pada ketinggian 885 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan luas area 25 hektar. Gunung Padang merupakan situs megalitik terbesar di Asia Tenggara. Kali pertama situs ini dilaporkan peneliti kepurbakalaan zaman Belanda: N.J. Krompada 1914. Foto ANTARA/Agus Bebeng/Koz/mes/11. - (Republika)

Meski sarat daya tarik dan potensi, Desa Wisata Situs Gunung Padang masih memiliki sejumlah tantangan untuk masyarakatnya.

Beberapa tantangan tersebut di antaranya yakni belum optimalnya pelayanan Puskesmas Pembantu, tingginya jumlah penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), adanya sejumlah kasus pneumonia pada beberapa bayi, masih ada beberapa warga yang tidak memiliki toilet dan harus buang air besar (BAB) di sungai, pengelolaan sampah belum memadai, program penanaman pohon yang tidak berkelanjutan, program penanaman pohon, belum ada pengelolaan limbah pariwisata, tidak ada taman baca atau perpustakaan di tingkat desa, kebutuhan terhadap pelatihan pemasaran produk-produk UMKM desa, tidak ada fasilitas untuk mengajarkan alat kesenian tradisional (Karinding, Kacapi Suling,

Gendang Penca) ke generasi muda.

Berangkat dari potensi historis yang luar biasa, berpadu keindahan alam dataran tinggi, Desa Wisata Situs Gunung Padang menjadi salah satu destinasi implementasi program Genera-Z Berbakti 2026. Untuk itu, mahasiswa dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan IPB University saling unjuk gigi untuk dapat berkontribusi dan berkolaborasi dengan warga di sana.

Kedua tim memilih isu pengelolaan sampah sebagai salah satu topik pada proposal yang diajukan di program Genera-Z Berbakti 2026. Namun, tim Universitas Padjadjaran dan IPB University menawarkan taktik berbeda untuk membantu mengatasi isu pengelolaan sampah di Desa Wisata Situs Gunung Padang. 

Tim IPB University menyodorkan konsep edukasi untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah. Tim yang menamakan diri Sabilulungan Lestari ini menawarkan sejumlah program untuk Desa Wisata Situs Gunung Padang, yaitu: 

  1. SIMPONIK: Edukasi pemilahan sampah, instalasi Loseda dan mesin pencacah, hingga implementasi waste to wallet.
  2. KEMBARA: Edukasi pemanfaatan dan budidaya TOGA dan agroforestri, sosialisasi dan pelatihan pembuatan energy bar, serta dukungan pemodelan agroforestri bagi petani.
  3. SIANJUR: Instalasi dan edukasi stasiun pemantauan kualitas udara dan cuaca.
  4. SADULUR RAHAYU: Pengecekan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Di sisi lain, Universitas Padjadjaran yang diwakili Tim Mega Lestari hadir dengan solusi untuk mengubah sampah menjadi olahan yang mengandung nilai ekonomi. Tim Mega Lestari menawarkan solusi untuk warga Desa Wisata Situs Gunung Padang agar bisa buang air secara higienis, melalui program: 

  1. Eco-sanitasi: Revitalisasi 10 toilet berbasis bioseptic tank.
  2. Sampah & Ekonomi Sirkular: Pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak, dan

    pengolahan sampah anorganik menjadi suvenir khas Desa Gunung Padang.
  3. Pemberdayaan Pemuda & Pelestarian Kearifan Lokal: Peningkatan kapasitas 40 pemuda

    untuk mendorong terciptanya tim eco-tour guide dan eco-cultural activity.

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Digelar di Jakarta Dorong Gaya Hidup Sehat Anak Muda
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Masih Ingat Park Hang-seo? Eks Rival Terberat Shin Tae-yong Resmi Comeback Jadi Pelatih Klub Thailand
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
18 Sapi Kurban Presiden di Sumsel Diprioritaskan untuk Fakir Miskin
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Jember, BPBD Laporkan Belum Ada Kerusakan Bangunan
• 59 menit lalupantau.com
thumb
Hercules Laporkan Balik Anak Ahmad Bahar
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.