PALEMBANG, KOMPAS - Sebanyak 18 ekor sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto dibagikan di Sumatera Selatan. Daging dari setiap sapi yang memiliki bobot rata-rata 1 ton itu diprioritaskan untuk disalurkan kepada para warga yang membutuhkan atau fakir miskin.
"Pesan dari Bapak Presiden, daging sapi kurbannya harus dibagikan kepada mustahik atau golongan yang memang membutuhkan dan layak menerimanya. Itulah kenapa sapi-sapi kurban Presiden di Sumsel didistribusikan ke tempat-tempat yang banyak warga yang membutuhkannya," ujar Gubernur Sumsel Herman Deru usai proses serah terima sapi kurban Presiden di Masjid Raya Taqwa, Palembang, Selasa (26/5/2026).
Herman mengatakan, sapi kurban dari Presiden di Sumsel mencapai 18 ekor. Sapi-sapi itu dibagi merata untuk 17 kabupaten/kota di Sumsel dan satu untuk provinsi. Sapi untuk provinsi bernama Arjuna yang merupakan sapi jenis Simental dengan bobot mencapai 1,18 ton.
Sapi untuk provinsi itu diserahkan ke Masjid Raya Taqwa, Palembang, Selasa sekitar pukul 16.00 WIB. Herman mewakili Presiden menyerahkan sapi itu kepada pengurus masjid bersangkutan.
Selain itu, Herman ikut berkurban dua ekor sapi yang dibagikan di Masjid Agung Palembang dan Masjid Raya Taqwa Palembang. Di samping itu, para pegawai atau ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel pun mendistribusikan sapi kurban mencapai 146 ekor ke sejumlah tempat di Palembang dan sekitarnya.
"Kami harap sapi kurban dari Presiden, dari saya, dari para ASN Pemprov Sumsel, dan segala pihak lainnya bisa memberikan kebahagiaan untuk saudara-saudara kita yang membutuhkannya. Semoga ini menjadi keberkahan untuk kita semua," ucap Herman.
Secara detail, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Efendi menjelaskan, sapi kurban dari Presiden didistribusikan merata ke 17 kabupaten/kota dan satu untuk provinsi. Sapi-sapi itu terdiri dari tiga jenis, yakni Simental, Limosin, dan Brangus. Setiap sapi memiliki bobot rata-rata 1 ton.
Namun, ada 7 ekor sapi yang memiliki bobot di atas 1 ton, yakni masing-masing seekor di Masjid Taqwa Palembang, di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Selatan, Pagaralam, Banyuasin, dan Lubuklinggau. Di antara semua sapi tersebut, sapi Arjuna untuk Masjid Raya Taqwa menjadi yang terberat di Sumsel.
Ruzuan menyampaikan, ini menjadi tahun kedua Presiden membagikan sapi kurban ke semua kabupaten/kota di Indonesia. Sebelumnya, Presiden hanya membagikan sapi kurban seekor per provinsi.
Tujuan pembagian sapi kurban ke semua kabupaten/kota adalah untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan. Maka dari itu, sapi-sapi tersebut tidak didistribusikan di masjid-masjid utama di setiap kabupaten/kota, melainkan ke masjid atau mushala yang sekitarnya banyak warga yang membutuhkan atau di sekitar lingkungan ekonomi menengah bawah.
Di Palembang contohnya, dua sapi presiden tidak didistribusikan ke Masjid Agung Palembang. Sebaliknya, seekor sapi untuk provinsi didistribusikan ke Masjid Raya Taqwa dan seekor sapi untuk kota didistribusikan ke Mushala Nurul Huda di kawasan Satu Ulu, Kecamatan Seberang Ulu, Palembang.
"Presiden ingin ada pemerataan pembagian daging sapi kurban untuk warga-warga yang memang membutuhkan. Karena itu, sapi-sapi kurban Presiden tidak didistribusikan ke masjid-masjid utama di setiap kabupaten/kota," kata Ruzuan.
Selain itu, Ruzuan menyebutkan, sapi-sapi kurban Presiden berasal dari peternakan lokal di masing-masing kabupaten/kota. Hal itu diharapkan bisa mempromosikan potensi peternakan lokal dan memotivasi peternak lokal dalam menghasilkan ternak berkualitas.
"Presiden minta sapi kurban itu diambil dari peternak-peternak lokal. Tujuannya, untuk memberikan keberkahan bagi peternak lokal dan memacu semangat mereka untuk terus menghasilkan ternak-ternak berkualitas," tutur Ruzuan.
Adapun harga sapi-sapi kurban Presiden di tingkat peternak ditaksir antara Rp 100-130 juta per ekor. Sapi Arjuna untuk Masjid Raya Taqwa menjadi yang termahal dengan harga sekitar Rp 130 juta.
Ketua Pengurus Masjid Raya Taqwa Palembang, Darna Dahlan mengatakan, hingga Selasa pukul 16.30 WIB, selain sapi kurban Presiden, pihaknya menerima 12 ekor sapi lainnya dari sejumlah pihak, antara lain dari Gubernur Sumsel, Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Sandi Nugroho, politikus Hatta Rajasa, dan CSR perusahaan. Mereka pun menerima lima ekor kambing.
"Jumlah hewan kurban itu bisa saja terus bertambah. Sebab, biasanya ada pihak yang baru mengantarkan hewan kurbannya pada malam hari sebelum Idul Adha hingga beberapa saat sebelum shalat Idul Adha (Rabu, 27/5/2026)," ujar Darna.
Darna menuturkan, dari 13 sapi kurban yang ada sementara, pihaknya memprediksi bisa membagikan sekitar 2.000 kantong daging untuk para keluarga yang ada di sekitar masjid tersebut. Setiap kantong berisi daging dengan bobot rata-rata 0,75 kilogram.
Sapi kurban Presiden diprediksi bisa menghasilkan sekitar 450 kilogram daging sehingga bisa dibagikan dalam 500 kantong. "Sebagaimana amanat yang ada, daging sapi kurban Presiden akan dibagikan kepada para fakir miskin di sekitar masjid," katanya.
Darna menyampaikan, untuk memastikan proses pembagian tepat sasaran, mereka akan menyalurkan semua daging kurban melalui setiap ketua RT yang ada di tiga kecamatan di sekitar masjid, meliputi Ilir Barat Satu, Ilir Barat Dua, dan Bukit Kecil. Nantinya, setiap ketua RT yang akan mengambil daging sesuai kebutuhan di tempatnya langsung ke masjid sebelum dibagikan ke warga atau keluarga yang berhak.
"Ketua RT bisa memastikan siapa warga atau keluarga di lingkungannya yang benar-benar berhak menerima daging kurban tersebut. Kalau dibagikan langsung ke warga di masjid, takutnya yang menerima tidak tepat sasaran dan bisa menimbulkan kekacauan saat proses pembagian," tutur Darna.
Pada dasarnya, Darna menyebutkan, ada tiga golongan utama yang berhak menerima daging kurban, yakni fakir miskin, pihak yang berkurban, dan orang-orang di sekitar tempat berkurban, termasuk kerabat, teman, dan tetangga yang berkurban. "Nantinya, kalau memang stok tersedia, kami akan tetap membagikan daging kurban ke orang-orang yang datang tanpa kupon ke sini," ujarnya.
Di Masjid Agung Palembang, masjid terbesar di Palembang, panitia menerima 11 sapi dan 7 kambing hingga Selasa pukul 12.00 WIB. Hewan-hewan kurban itu berasal dari sejumlah pihak, antara lain sapi dari Gubernur Sumsel, Kapolda Sumsel, tokoh pengusaha, dan CSR perusahaan.
Dari semua hewan kurban tersebut, panitia bisa membagikan sekitar 3.000 kantong daging untuk para keluarga di sekitar masjid, khususnya di Kelurahan 18 Ilir, Kecamatan Ilir Timur Satu, dan Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil. Setiap kantong berisi daging dengan bobot 0,7-1 kilogram.
Pihak Masjid Agung Palembang pun menerapkan pola pembagian daging dengan diwakilkan ke setiap ketua RT. Tujuannya, untuk menghindari penumpukan warga yang bisa menimbulkan kekacauan.
"Kami juga membatasi jumlah sapi kurban di sini sebanyak 15 ekor. Hal itu dilakukan untuk menghindari warga berdatangan ke sini. Apalagi masjid ini ruang terbuka umum yang bisa didatangi oleh banyak warga dari mana pun," kata Abdul Rozak, Ketua Pengurus Yayasan Masjid Agung Palembang.





