Lumajang (beritajatim.com) – Jumlah pasokan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ditambah sebanyak 60.480 tabung atau setara 181 metrik ton.
Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji selama momen perayaan Iduladha 2026.
Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga, rata-rata kebutuhan harian tabung elpiji melon di Lumajang mencapai 40.296 tabung atau setara 121 metrik ton.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, mengatakan di luar jadwal operasional reguler, pihaknya memberlakukan skema distribusi tambahan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan stok elpiji selama momen libur Lebaran Kurban aman.
“Jadi, momen libur ini membuat adanya lonjakan permintaan gas elpiji. Nah, ini sudah kami mitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran di luar penyaluran reguler,” ucap Rahedi, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan penyaluran fakultatif hingga 99 persen dari rata-rata penyaluran harian dengan jumlah 1,5 juta tabung untuk seluruh wilayah Jawa Timur.
Ahad menyebut, jumlah pasokan tersebut dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat selama libur panjang pekan ini.
“Tapi, kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama elpiji,” tambahnya.
Plh Kabag Ekonomi Pemkab Lumajang, Aksanul Inam, menjelaskan sampai hari ini pasokan elpiji 3 kilogram di Lumajang masih tergolong aman dan tidak sampai terjadi kelangkaan.
Ia berharap adanya tambahan pasokan tabung dari Pertamina ini dapat memenuhi kebutuhan warga Lumajang selama Lebaran Kurban.
“Tentu, kami bersama Pertamina juga akan melakukan mitigasi dan pengawasan distribusi elpiji di Lumajang supaya tidak ada penyimpangan,” ungkapnya. (has/kun)




