Merek Mobil Cina Serbu Pasar RI, Gaikindo Minta Komitmen Produksi Lokal

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendorong merek-merek otomotif asal Cina, yang semakin agresif masuk ke pasar Indonesia, untuk menunjukkan komitmen investasi melalui pembangunan fasilitas produksi lokal.

Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika mengatakan, bertambahnya merek baru asal Cina yang masuk ke Indonesia mencerminkan daya tarik pasar otomotif nasional yang masih kuat di mata investor global. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan industri otomotif Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang menjanjikan.

Dia menilai kehadiran pemain baru tidak semata menambah variasi pilihan produk bagi konsumen, tetapi juga membuka peluang investasi yang lebih besar untuk memperkuat ekosistem industri nasional.

"Gaikindo terus mendorong dan menyambut baik komitmen para pemegang merek baru ini untuk tidak hanya memasarkan produknya, tetapi juga membangun fasilitas produksi di dalam negeri," ujar Putu di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Menurut Putu, keberadaan fasilitas manufaktur di Indonesia memiliki dampak yang lebih luas terhadap industri. Selain memperkuat rantai pasok nasional, langkah tersebut juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan memperbesar peluang ekspor kendaraan ke pasar internasional.

Sejumlah pemain baru asal Cina yang dipastikan meramaikan pasar domestik, antara lain BAW, Changan, iCar, Leapmotor hingga Farizon. Merek-merek tersebut dijadwalkan tampil dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung pada 30 Juli—9 Agustus 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Baca Juga

  • GIIAS 2026 Siap Digelar, Ini Daftar Merek yang Bakal Tampil
  • Indomobil Bakal Boyong Merek China Leapmotor, Meluncur di GIIAS 2026
  • Balapan Penjualan Mobil China per April 2026: BYD Juara, Jaecoo Membuntuti

Dari sejumlah nama tersebut, Changan dan Leapmotor akan dipasarkan oleh Indomobil Group. Kedua merek itu juga telah menyatakan rencana produksi lokal melalui skema completely knocked down (CKD) di fasilitas National Assemblers (NA), Purwakarta, Jawa Barat.

Sementara itu, BYD juga menjadi salah satu produsen asal Cina yang menunjukkan komitmen investasi manufaktur di Indonesia. Perseroan tengah membangun fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas hingga 150.000 unit per tahun.

Nilai investasi pembangunan pabrik BYD tersebut diperkirakan mencapai Rp11,2 triliun dan diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan di Tanah Air.

Di sisi lain, data Gaikindo menunjukkan distribusi wholesales mobil sepanjang Januari—April 2026 mencapai 289.787 unit atau tumbuh 12,5% dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat 257.647 unit.

Sementara itu, penjualan ritel mobil pada 4 bulan pertama tahun ini juga meningkat 6,9% menjadi 287.581 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski mencatat pertumbuhan, kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya menunjukkan pemulihan daya beli masyarakat secara merata. Pelaku industri berharap penyelenggaraan GIIAS 2026 dapat menjadi momentum untuk menggerakkan kembali minat konsumen sekaligus menjaga pertumbuhan industri otomotif nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Performa di BRI Super League Menurun, Egy Maulana Vikri Bertekad Lebih Gacor Musim Depan
• 19 jam lalubola.com
thumb
Tak Dibagikan Langsung ke Warga, Ini Sasaran Distribusi Daging Hewan Kurban Masjid Istiqlal
• 22 menit lalukompas.tv
thumb
Update Bursa Transfer Persib Bandung: Federico Barba Out usai Bawa Juara, Striker Persija Jakarta dan Mariano Peralta In?
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Solusi Foto WhatsApp Mendadak Hilang di Galeri HP, Jangan Panik!
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kasus Sopir Harley Davidson Tabrak Remaja di Toraja Berakhir Damai, Sopir Bebas
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.