jpnn.com - Dua pangkalan TNI AU (lanud), yakni Lanud Adisutjipto Yogyakarta dan Lanud Husein Sastranegara Bandung direncanakan bakal membuka lagi penerbangan komersial.
Rencana itu mendapat dukungan dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
BACA JUGA: Anggota Brimob Briptu DP di Ambon Diduga Menganiaya Warga, Begini Kejadiannya
Hal ini dibahas ketika Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto bertemu dengan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard di Gedung Kemhan, Jakarta, Senin (25/5/2026)).
"Kami menyambut baik rencana pembukaan kembali penerbangan komersial," kata Donny dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
BACA JUGA: Mahasiswi Tewas di Indekos, Pacarnya Diperiksa Polisi
Donny menilai langkah itu bakal memberikan dampak baik dari beragam sisi. Salah satunya, peningkatan perekonomian di sektor penerbangan sipil.
Dengan banyaknya penerbangan di dua lanud itu, aktivitas keluar dan masuknya masyarakat akan semakin meningkat sehingga roda perekonomian di daerah juga akan semakin berputar.
BACA JUGA: Motif Pembunuhan Sadis di Gowa Terungkap
Walakin, Donny mengatakan meningkatnya aktivitas penerbangan sipil tidak boleh mengganggu operasional penerbangan TNI AU di dua lanud tersebut.
"Kami tetap memastikan operasional serta eksistensi pertahanan TNI Angkatan Udara di kawasan tersebut berjalan optimal dan terjaga dengan baik," kata dia.
Untuk itu, Kemhan kini tengah merancang berbagai mulai ketentuan operasional, regulasi, dan fasilitas pendukung pesawat komersil agar aktivitas penerbangan umum dan TNI AU tidak saling mengganggu.
Yang menjadi perhatian utama adalah pengaturan teknis terkait penggunaan apron dan pengelolaan waktu penerbangan agar tidak terjadi kepadatan sehingga aktivitas militer dan sipil dapat berlangsung secara harmonis, selaras, dan tanpa saling mengganggu.
Dengan adanya rencana tersebut, Donny mengharapkan TNI dapat mendukung perputaran perekonomian negara dan mempermudah aktivitas masyarakat melalui ragam fasilitas penerbangan yang ada.(ant/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




