ITB Minta Maaf Usai Bobotoh Disebut Hama, Rektor Kutuk Narasi Provokatif

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konvoi kemenangan Persib Bandung yang awalnya menjadi momen perayaan justru berubah menjadi polemik setelah muncul unggahan bernada provokatif di media sosial yang menyebut Bobotoh sebagai “hama”. Situasi itu memicu kegaduhan hingga menyeret nama Institut Teknologi Bandung ke tengah sorotan publik dan suporter Maung Bandung.

Pihak kampus akhirnya turun tangan meredam polemik yang semakin meluas di media sosial. Rektor Institut Teknologi Bandung, Tatacipta Dirgantara, menyampaikan permintaan maaf sekaligus menegaskan bahwa kampus tidak membenarkan unggahan bernada provokatif yang beredar melalui akun tidak resmi ITBFess.

Tatacipta menilai narasi yang berkembang telah memicu suasana tidak kondusif dan berpotensi merusak kerukunan di Kota Bandung. Ia menegaskan budaya akademik tidak pernah mengajarkan ujaran provokatif maupun tindakan yang menghasut dan memecah belah masyarakat.

“Saya mohon maaf sekali bahwa telah terjadi kegaduhan yang sudah disampaikan di media sosial. Kita tahu bahwa kehidupan di media sosial ini kadang-kadang kemudian bergulir menjadi bola salju yang besar dan berdampak pada kerukunan,” ujar Tatacipta.

Menurutnya, tidak ada upaya dari pihak kampus untuk membenturkan keluarga besar ITB dengan Bobotoh Persib Bandung. Ia juga memastikan pihak kampus akan mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terbukti menyebarkan narasi provokatif sesuai aturan internal yang berlaku.

“Kami sama sekali tidak membenarkan dan menyesalkan, bahkan mengutuk pernyataan-pernyataan yang sifatnya provokatif, menghasut, memecah belah gitu,” katanya.

Di tengah polemik yang berkembang, perwakilan Viking Persib Club turut merespons situasi tersebut dengan mengajak Bobotoh tidak terpancing emosi. Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, menegaskan banyak civitas akademika ITB juga merupakan pendukung Persib Bandung sehingga narasi bahwa kampus anti-Bobotoh dinilai tidak benar.

“Ternyata Pak Rektor juga Bobotoh, Pak Wakil Rektor juga Bobotoh, Pak Dekan Bobotoh juga. Jadi kalau ada narasi yang menyebut bahwa ITB anti Bobotoh itu tidak benar,” ujar Tobias.

Baca Juga: Tak Cari Pelatih Baru, Persib Pilih Tangan Kanan Bojan Hodak Lanjutkan Dinasti Juara

Polemik ini bermula setelah viral unggahan akun ITBFess yang menyoroti aksi vandalisme di area tugu masuk kampus usai konvoi juara Persib pada 24 Mei 2026. Situasi memanas setelah muncul komentar bernada rasis dan provokatif yang menyebut Bobotoh dengan istilah menghina hingga memicu reaksi keras dari para suporter.

Kini akun tersebut sudah tidak dapat diakses dan pihak kampus berupaya memulihkan suasana agar hubungan antara civitas akademika dan Bobotoh tetap kondusif. Polemik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penggunaan media sosial tanpa kontrol dapat dengan cepat memicu konflik yang lebih luas di ruang publik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jemaah Haji RI Jalani Wukuf di Arafah
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Telkomsel Rilis Paket Bola Gembira, Bisa Nonton Piala Dunia 2026 Mulai Rp 25.000
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
BGN dan Polri Usut Penipuan Jual-Beli Titik SPPG Makan Bergizi Gratis
• 22 jam lalumatamata.com
thumb
Stadion Mercedes-Benz Dipilih Jadi Arena Semifinal Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
• 41 menit lalupantau.com
thumb
Hadapi Tantangan Industri Global, Perguruan Tinggi Meski Ubah Paradigma Perkuliahan
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.