Siapkan Masker, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

katadata.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat keempat sebagai kota dengan udara terburuk di dunia pada Rabu pagi (27/5).

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.50 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 152 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 59,9 mikrogram per meter kubik.

Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Situs tersebut juga merekomendasikan terkait kondisi udara di Jakarta, yaitu bagi masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika berada di luar ruangan gunakanlah masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.

Sedangkan kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

Kemudian, kategori sedang yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Lahore, Pakistan di angka 162, urutan kedua Delhi, India di angka 155, urutan ketiga Kinshasa Democratic Republic of the Congo di angka 152, dan urutan kelima Johannesburg, South Africa di angka 103.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan respon cepat untuk menanggulangi pencemaran udara di ibu kota saat musim kemarau, yang diprediksi terjadi pada awal Mei hingga Agustus mendatang.

Langkah cepat penanganan pencemaran udara saat kemarau itu meliputi peningkatan kualitas sistem pemantau kualitas udara dan uji emisi kendaraan bermotor.

Selain itu Pemprov DKI juga memiliki Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang sedang dievaluasi dari berbagai aspek, mulai dari tren PM2.5, beban emisi per sektor hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Menurut Pemprov DKI, pengendalian pencemaran udara tidak dapat dilakukan oleh satu wilayah secara parsial sehingga diperlukan aksi bersama yang terintegrasi antar organisasi perangkat daerah serta kolaborasi lintas wilayah di sekitar Jakarta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kurban Ramah Lingkungan: Menuju Tradisi Tanpa Kantong Plastik
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kunjungan Prabowo ke Prancis, Seskab Teddy: Perkuat Kerja Sama Super Strategis
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Kunker Prabowo ke Prancis Saat Idul Adha Jadi Sorotan, Fadli Zon: Enggak Ada Masalah
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Polda Metro Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Kosmetik di Bekasi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Mirwan Suwarso Bongkar Alasan Como 1907 Sulit Boyong Pemain dari Timnas Indonesia
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.