Waspada! Hujan Badai Disertai Kilat di 5 Kota Besar

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan dengan intensitas ringan, sedang, hingga lebat yang dapat disertai kilat serta hembusan angin kencang di sejumlah kota besar di Indonesia pada Rabu, 27 Mei 2026.

Mengacu pada informasi dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Sufia Nur menjelaskan secara umum, daerah pertemuan angin (konvergensi) memanjang terdeteksi di sejumlah lokasi, yakni pesisir Barat Aceh hingga perairan Barat Bengkulu, Samudra Hindia sebelah Barat Daya, wilayah Banten, perairan Barat Aceh, Selat Malaka, jalur Selat Karimata hingga Selat Sunda, kawasan Laut Jawa sampai Jawa Timur, perairan Selatan Pulau Jawa, serta pesisir Selatan Kalimantan Tengah.

Kondisi atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan penghujan di sepanjang jalur konvergensi ataupun area pertemuan angin (konfluensi) yang dilaluinya.

Dengan demikian, BMKG memprakirakan beberapa kota besar bakal mengalami hujan dengan tingkat sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kota-kota tersebut mencakup Tanjung Pinang, Surabaya, Tanjung Selor, Ternate, dan Manokwari.

Selain itu, sejumlah kota besar lainnya diprediksi akan diguyur hujan ringan hingga sedang, yaitu Medan, Bandung, Semarang, Palangkaraya, Mamuju, Kendari, Gorontalo, Ambon, Sorong, Jayapura, dan Jayawijaya.
 

Baca Juga :

BMKG: Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan Saat Iduladha


Sementara itu, kota-kota besar yang diperkirakan hanya mengalami langit berawan pada hari ini meliputi Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Yogyakarta, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, dan Nabire.

Pada Senin, 25 Mei 2026, BMKG menyebutkan bahwa memasuki periode pertengahan tahun, wilayah Sumatera Utara (Sumut) diprakirakan mulai terpengaruh oleh Angin Baratan yang cenderung kering dan bertiup kencang, ditambah dengan tingkat kelembapan udara yang relatif rendah.

Prakirawan BBMKG Wilayah I, Chrinstin Mori, di Medan, Senin, 25 Mei 2026, menyampaikan bahwa Angin Baratan yang kering dan kencang tersebut dapat menyebabkan berkurangnya lapisan awan pada pagi hingga siang hari di sebagian wilayah Sumut. Akibatnya, proses pemanasan permukaan tanah berlangsung lebih intens.

"Dampak yang dapat dirasakan warga antara lain suhu udara pada siang hari terasa lebih panas serta adanya potensi angin kencang yang bersifat kering di sejumlah wilayah," ujar Chrinstin.

Merespons kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari sengatan langsung sinar matahari. Warga juga diingatkan untuk menjaga asupan cairan tubuh, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, supaya terhindar dari dehidrasi, kelelahan, serta efek buruk lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jangan Senang Dulu! ASN Kategori Ini Dipastikan Tak Bisa Dapat Gaji ke-13
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Uji Materi KUHP soal Kewenangan BPK Hitung Kerugian Negara Dicabut
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Idul Adha 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Keikhlasan dan Kepedulian
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha 2026: Dari Takbir hingga Khutbah
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemerintah Perpanjang Kebijakan WFH hingga Jadwal Bursa Saham
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.