WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuntut sejumlah negara menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari perjanjian untuk mengakhiri perang di Iran.
Trump meminta sejumlah negara Arab dan mayoritas Muslim untuk menandatangani Abraham Accords. Perjanjian tersebut merupakan prakarsa AS agar berbagai negara, khususnya negara Arab, bersedia menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Donad Trump mengatakan, karena AS telah berjibaku dalam proses perdamaian di Timur Tengah, maka negara-negara di kawasan tersebut seharusnya menandatangani Abraham Accords.
"Setelah semua yang dilakukan Amerika Serikat untuk mencoba menyelesaikan teka-teki yang sangat rumit ini, seharusnya negara-negara ini diwajibkan, paling tidak, secara serentak menadatangani Abraham Accords," kata Trump dikutip Associated Press.
Baca Juga: AS Kembali Serang Iran saat Gencatan Senjata, Rupiah Melemah 52 Poin
Presiden AS itu secara khusus mendesak Arab Saudi dan Qatar untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Pakistan yang bertindak sebagai mediator AS-Iran juga diminta menormalisasi hubungan.
Trump dilaporkan sejak lama mengharapkan Arab Saudi bersedia menormalisasi hubungan dengan Israel. Namun, Riyadh menegaskan tidak akan mengakui Israel selama Palestina belum merdeka dan Israel kembali ke perbatasan tahun 1967.
Sebaliknya, sebagian negara tetangga Saudi telah menandatangani Abraham Accords dan mengakui Israel. Uni Emirat Arab dan Bahrain menjadi penandatangan pertama pada tahun 2020.
Di lain sisi, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menegaskan pihaknya tidak akan menerima permintaan Trump untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.
Khawaja Asif menyatakan normalisasi hubungan dengan Israel bertentangan dengan "ideologi fundamental" Pakistan.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- donald trump
- perang iran
- iran
- normalisasi hubungan israel
- abraham accords





