New York: Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia pantas untuk mendapatkan kursi anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
Hal ini menanggapi seruan reformasi dalam tubuh PBB terutama DK PBB, di mana lima anggota tetapnya saat ini memiliki hak veto. Hak yang bisa menolak resolusi yang dikeluarkan dalam DK PBB.
Baca Juga :
Indonesia Suarakan Reformasi PBB dalam Forum Dewan Keamanan“Saya kira Indonesia juga kandidat yang pantas untuk masuk jadi anggota Dewan Keamanan. Kita adalah negara dengan 280 juta jiwa dengan penduduk mayoritas muslim, kemudian berbagai kekuatan dan potensi baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia dan kita bisa menjadi jembatan bagi banyak kepentingan negara-negara berkembang,” ujar Menlu Sugiono saat ditemui usai pidato di DK PBB, di New York, Selasa 26 Mei 2026 waktu Amerika Serikat.
“Saya kira Indonesia juga patut untuk bisa ada di situ. Dengan perdekatan-perdekatan kita saya yakin Indonesia juga bisa jadi sahabat bagi semuanya, bisa menyuarakan kepentingan semuanya. Mungkin kalau misalnya kita ini sampaikan bisa jadi alternatif Indonesia,” imbuh Menlu Sugiono.
Mengenai stagnansi yang dialami dalam dorongan untuk mereformasi PBB, Menlu nilai ini juga bisa jadi kesempatan buat Indonesia untuk menyampaikan hal-hal yang mungkin bisa mencairkan suasana.
Indonesia menurut Menlu, ingin bisa memfasilitasi yang bisa difasilitasi menjadi jembatan bagi berbagai perbedaan. Indonesia berharap dengan cara itu tidak ada yang menganggap Indonesia musuh karena memang berkeinginan bersahabat dengan semuanya.
“Kita ingin bisa membuat baik bagi bangsa dan negara dan ini ditentukan dari seberapa baik hubungan kita dengan tetangga kita. Tetangga kita apakah tetangga yang saya selalu bilang tetangga yang langsung, intermediate ataupun tetangga yang jauh,” tegas Menlu Sugiono.
Tensi yang tinggi kemudian juga konflik yang terjadi walaupun bukan Indonesia pelakunya ataupun pemerannya akan langsung berimbas. Apabila Indonesia yang terlibat pasti akan sangat berpengaruh pada situasi sebagai bangsa.




