HARIAN.FAJAR.CO.ID, BANDUNG – Bojan Hodak berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah dengan membawa Persib Bandung meraih hattrick gelar juara Liga Indonesia. Prestasi ini mendapat aresiasi dari bobotoh, suporter setia Persib. Bobotoh bernama Iwong membuat patung Hodak.
Tidak hanya satu, Iwong menciptakan total empat patung yang mewakili tokoh-tokoh berpengaruh, yakni Bojan Hodak, Umuh Muchtar, Indra Thohir, dan Djadjang Nurdjaman. Ini melambangkan sosok penting dalam sejarah klub tersebut.
Tiga dari nama tersebut, kecuali Umuh Muchtar, adalah pelatih yang berhasil membawa Persib meraih juara. Iwong mengaku bahwa kecintaannya terhadap Persib lah yang menjadi alasan utama pembuatan patung-patung tersebut.
“Buat patung karena Persib karena saya seneng sekali, sebelum kenal Barca dan Madrid, saya kenal dulu Persib,” kata Iwong saat menceritakan motivasinya.
Lebih lanjut, Iwong mengungkapkan bahwa ia sempat merasa gugup ketika karyanya mendapat pujian langsung dari Umuh Muchtar.
“Di luar prediksi saya (diapresiasi langsung Umuh Muchtar), memang saya betul-betul sedang berekspresi.” Jelasnya.
“Ketika sangat diapresiasi oleh Pak Haji Umuh, saya sangat berkeringat.” Pungkasnya.
“Sudah Persib juara dan bertemu dengan Pak Haji Umuh, ini jadi motivasi saya untuk berkarya jauh lebih bagus lagi,” beber Iwong, dikutip dari BolaSport.com, Rabu (27/5/2026).
Sementara itu, kabar kurang menggembirakan datang dari kubu Persib. Bojan Hodak dipastikan tidak akan melanjutkan tugasnya sebagai pelatih Persib untuk musim depan. Keputusan tersebut diambil oleh Hodak sendiri karena alasan kesehatan.
Umuh Muchtar, Manajer tim Persib, mengonfirmasi pengunduran diri tersebut dengan nada penuh pengertian.
“Bojan Hodak mengundurkan diri, secara baik-baik. Beliau alasannya pun jelas, tepat, kita bisa mengerti,” kata Umuh Muchtar.
Umuh menambahkan, “Dia kemarin selama ada di Persib, sering bolak-balik kontrol, periksa kesehatan, karena dia juga ada sakit.”
Kendati demikian, prestasi yang telah ditorehkan Bojan Hodak bersama Persib akan tetap dikenang sebagai tonggak penting dalam sejarah klub dan sepak bola Indonesia. (*)





