Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Cirebon Masih Rendah

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Program pemeriksaan kesehatan gratis di Kota Cirebon dinilai masih perlu diperluas. Hingga 2025, cakupan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pemerintah di daerah tersebut disebut baru mencapai sekitar 21 persen dari target.

Kondisi itu terlihat dalam kegiatan skrining kesehatan yang digelar di Stadion Bima, Cirebon, Selasa (26/5/2026). Sebanyak 582 warga mengikuti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara gratis.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 62,7 persen peserta terdeteksi memiliki risiko tinggi penyakit tidak menular. Rinciannya, 40,5 persen mengalami hipertensi, 31,6 persen memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 14,1 persen terindikasi diabetes. Peserta didominasi kelompok usia 41 hingga 60 tahun.

Dokter Umum RS Mitra Plumbon Cirebon, dr Ruhil S, mengatakan temuan tersebut mencerminkan kondisi yang kerap ditemui di fasilitas layanan kesehatan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Di rumah sakit kami cukup sering menemukan pasien yang sebelumnya tidak mengetahui memiliki hipertensi atau diabetes, tetapi sudah datang dengan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, atau gangguan ginjal. Karena itu skrining kesehatan menjadi penting untuk deteksi dini," ujarnya.

Menurut dia, pola konsumsi masyarakat masih menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular.

"Banyak peserta memiliki pola konsumsi tinggi garam, makanan cepat saji, hingga asupan gula berlebih. Kondisi ini berkaitan langsung dengan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes," katanya.

Kegiatan skrining tersebut didukung oleh Dexa Group melalui program Cek Segitiga. Sales Director OGB-Zeta PT Dexa Medica, Jopie Johansyah, mengatakan rendahnya capaian program pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu alasan dipilihnya Cirebon sebagai lokasi kegiatan.

"Capaian CKG Cirebon yang baru menyentuh 21 persen itulah yang mendorong kami memilih kota ini sebagai lokasi berikutnya. Kami ingin memastikan warga Cirebon punya akses untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sejak dini," ujarnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut juga disertai edukasi mengenai pentingnya pencegahan penyakit tidak menular melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin.

 
 
 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Bos KPK Prediksi Nadiem Divonis Bersalah, Ini Alasannya
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Trump Pemeriksaan Kesehatan Jelang Ultah ke-80: Semua Sempurna
• 10 jam laludetik.com
thumb
Panin Bank Makassar Sembelih 10 Hewan Kurban, Daging Dibagikan untuk 480 Penerima
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Beauty Makin Aktif Olahraga Intens? Tren Gym ala HYROX Kini Hadir di Jakarta
• 18 jam laluherstory.co.id
thumb
Janice Tjen Terhenti di Babak Pertama French Open 2026
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.