Langit Jakarta belum sepenuhnya cemerlang ketika takbir mulai menggema di sela atap besi dan jalur rel di Stasiun Kampung Bandan, Jakarta, Rabu (27/5/2026). Aroma khas stasiun—campuran logam dan sisa oli kereta—membaur dengan wangi sajadah yang baru dibentangkan jemaah selepas subuh.
Pagi ini, peron yang biasa dipenuhi pengumuman keberangkatan berubah menjadi ruang ibadah terbuka. Di bawah papan petunjuk perjalanan kereta, sebagian jemaah Masjid Al-Hidayah berdiri dalam saf-saf kecil untuk menunaikan shalat Idul Adha 1447 Hijriah.
Fenomena shalat di peron bukan hal baru bagi warga Kampung Bandan. Pada momen shalat berjemaah besar seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan shalat Jumat, jumlah jemaah Masjid Al-Hidayah kerap membeludak hingga melampaui kapasitas masjid. Area peron yang luas, datar, dan berada persis di samping masjid kemudian dipakai sebagai perluasan saf agar seluruh warga tetap bisa mengikuti shalat berjemaah.
Suasana shalat Idul Adha 1448 Hijriah di Stasiun Kampung Bandan. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Kapasitas Masjid Al-Hidayah yang terbatas membuat sebagian jemaah menunaikan shalat di peron stasiun. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Umat Islam menunaikan shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Stasiun Kampung Bandan. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Selain faktor kapasitas, lokasi Kampung Bandan juga berada di kawasan padat penduduk. Ruang terbuka untuk menampung ratusan anggota jemaah sangat terbatas sehingga pengelola stasiun dan warga kerap bekerja sama untuk menggunakan area peron pada waktu shalat.
Fenomena ini menghadirkan pemandangan yang unik. Shalat Idul Adha di peron berlangsung tanpa benar-benar menghentikan denyut stasiun. Rel-rel yang menjadi simbol kesibukan Ibu Kota sejenak menghadirkan jeda yang khusyuk. Saat takbir berkumandang, suara roda kereta yang melintas seolah tak mengganggu kekhidmatan jemaah.
Seusai shalat, bunyi klakson kereta kembali terdengar dari kejauhan. Perlahan, ritme kota kembali hidup. Penumpang bergegas menuju jalur transit, petugas sibuk memeriksa arus keluar-masuk penumpang, dan papan jadwal perjalanan kembali menjadi pusat perhatian.




