Din Syamsuddin Serukan “Sami’na Wa Atho’na” dalam Khutbah Iduladha di Masjid Al Azhar Jakarta

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Din Syamsuddin, Guru Besar dan tokoh Islam Indonesia menyerukan pentingnya menjadikan nilai “sami’na wa atha’na” sebagai budaya umat Islam Indonesia dalam khutbah Salat Iduladha 1447 H di Lapangan Hijau Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026).

Salat Iduladha tersebut dihadiri ribuan umat termasuk Jusuf Kalla Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jimly Asshiddiqie mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Fuad Bawazier mantan Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan VII era Presiden Soeharto, serta Adhyaksa Dault mantan Menteri Pemuda dan Olahraga.

Dalam khutbah bertema “Semangat Kurban dan Pengorbanan untuk Kemajuan Bangsa”, Din Syamsuddin menegaskan bahwa Iduladha memiliki keterkaitan erat dengan ibadah haji sebagai bentuk pemenuhan panggilan Ilahi.

“Ibadah haji adalah memenuhi panggilan Ilahi. Hanya orang yang memiliki keimanan mendalam dan keinginan kuat yang akan mau menyambut panggilan itu walaupun jauh, berat, tidak mudah dan tidak murah,” ujar Din Syamsuddin dalam khutbahnya.

Menurut dia, jutaan umat Islam rela menunggu bertahun-tahun demi bisa berangkat ke Tanah Suci. Hal itu, katanya, menjadi bukti adanya keimanan hakiki dan keislaman sejati.

“Keimanan dan keislaman demikian akan mendorong seorang hamba menjalankan perintah dan menjauhi larangan Sang Pencipta dengan sikap sami’na wa atha’na, aku mendengar perintah-Mu dan aku taat melaksanakannya,” katanya.

Ribuan umat Islam menghadiri salat Idul Adha di lapangan hijau Masjid Agung Al Azhar Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026). Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Din menilai budaya ketaatan tersebut harus menjadi orientasi kehidupan beragama umat Islam Indonesia. Jika nilai itu benar-benar diterapkan, maka umat Islam akan semakin memakmurkan masjid dan musala di seluruh Indonesia.

“Indonesia tidak hanya akan menjadi negeri ribuan masjid, tetapi juga negeri jutaan jemaah masjid,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan muamalah umat, termasuk membahas persoalan sosial, pendidikan, ekonomi hingga politik.

Selain itu, Din Syamsuddin mengajak umat Islam untuk berlomba-lomba menunaikan zakat, infak, dan sedekah demi memberdayakan masyarakat miskin dan dhuafa.

“Jika sami’na wa atha’na menjadi budaya, maka triliunan rupiah akan dapat terkumpul. Jutaan fakir miskin dan kaum dhuafa dapat tersantuni dan terberdayakan,” ujarnya.

Menurutnya, semangat ketaatan juga akan melahirkan umat Islam yang hidup dalam kerukunan, kekompakan, dan kebersamaan serta mampu hidup damai dengan seluruh elemen bangsa meski berbeda suku dan agama.

“Umat Islam di Indonesia akan menjadi umat yang hidup dalam kerukunan dan bersedia hidup berdampingan secara damai dengan saudara-saudara sebangsa dan setanah air walaupun berbeda suku dan agama,” tutur Din.

Pada Iduladha tahun ini, panitia kurban yayasan Masjid Agung Al Azhar menyembelih 149 ekor sapi dan 1.441 ekor kambing. Hewan kurban tersebut disalurkan ke desa-desa binaan di berbagai daerah di Indonesia, serta untuk masyarakat di Afrika dan Palestina. (faz/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Heboh Rumor Dowoon DAY6 Nikah, JYP Entertainment Pilih Bungkam
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tak Hanya Jadi Ojol, Calvin Anak Deddy Dores Masih Ciptakan Karya Lagu Demi Sesuap Nasi
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Ratu Sofya Bantah Kirim Somasi, Ini Jawaban Sang Ibu
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bangkit Bersama dalam Pengharapan di Era Kecemasan Digital
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Aamir Khan Bangga Putranya Pilih Bangun Karier Tanpa Nama Besarnya
• 22 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.