Unisma Salurkan 22 Sapi dan 33 Kambing Kurban, Meningkat Dibanding Tahun Lalu

beritajatim.com
6 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita:

Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang melalui Masjid Ainul Yaqin Unisma menyembelih dan menyalurkan total 22 ekor sapi dan 33 ekor kambing kurban pada momentum Idul Adha 1447 H/2026 M. Jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya di tengah kondisi ekonomi yang dinilai cukup menantang.

Mengusung nilai keikhlasan dan kepedulian, distribusi hewan kurban tersebut disebar ke berbagai wilayah di Malang Raya guna memberikan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, menjelaskan bahwa puluhan hewan kurban tersebut dihimpun dari berbagai unsur keluarga besar Yayasan Unisma, sivitas akademika, masyarakat sekitar, hingga para mitra strategis kampus.

Di tengah tren penurunan kurban secara nasional akibat kondisi ekonomi, antusiasme dan kepercayaan masyarakat untuk menitipkan kurban di Unisma justru mengalami peningkatan signifikan.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita menyembelih 22 ekor sapi dan 33 ekor kambing. Jumlah tersebut bersumber dari kurban keluarga besar Yayasan dan Unisma, masyarakat, serta bantuan dari mitra strategis kami, antara lain Bank Syariah Indonesia sebanyak satu ekor sapi dan Masjid Salman ITB sebanyak satu ekor sapi,” ujar Prof. Junaidi saat ditemui di lokasi penyembelihan di halaman parkir belakang Unisma, Rabu (27/5/2026).

Prof. Junaidi menambahkan, guna memastikan asas pemerataan dan memperluas jangkauan manfaat, tidak semua hewan kurban disembelih di area kampus. Pihak universitas menerapkan strategi distribusi ke berbagai titik eksternal, mulai dari pondok pesantren hingga sekolah-sekolah yang tersebar di wilayah Malang Raya.

Di Masjid Ainul Yaqin kampus Unisma, prosesi penyembelihan dilakukan secara mandiri untuk 11 ekor sapi dan 9 ekor kambing. Sementara itu, sisa hewan kurban lainnya disalurkan langsung ke masyarakat luar kampus.

“Selebihnya, yaitu 11 ekor sapi dan 24 ekor kambing, kita sembelih di beberapa tempat seperti pondok pesantren dan sekolah di wilayah Malang Raya. Distribusi ini kami sebar lengkap mulai dari wilayah barat, utara di daerah Singosari, wilayah timur di daerah Tumpang, hingga wilayah selatan di daerah Bantur. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan distribusi sehingga memberikan kemanfaatan bagi masyarakat yang lebih luas,” imbuhnya.

Merespons tren kenaikan jumlah kurban di tengah dinamika ekonomi, Prof. Junaidi menilai kondisi tersebut menjadi bukti nyata kedekatan Unisma dengan masyarakat. Pendekatan personal dan kekeluargaan yang konsisten dibangun kampus dinilai mampu menjaga sekaligus meningkatkan public trust.

“Kalau kita membaca tren di berita, memang ada penurunan kurban karena keadaan ekonomi. Namun, Alhamdulillah kepercayaan masyarakat untuk menitipkan penyembelihan hewan kurban melalui Masjid Unisma semakin tinggi, bahkan ada peningkatan. Semakin kita dipercaya oleh masyarakat, maka akan semakin banyak yang menitipkan kurbannya ke lembaga kita,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof. Junaidi mengajak seluruh pihak memaknai Idul Adha sebagai momentum memperkuat ketabahan, keikhlasan, dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam memaknai Idul Adha, esensinya adalah tentang keikhlasan dan kesabaran yang kita ambil dari makna ibadah kurban itu sendiri. Semoga keikhlasan, ketabahan, dan kesabaran kita semakin bagus dengan meneladani kekuatan iman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Takmir Masjid Ainul Yaqin Unisma, Dr. Kukuh Santoso, memaparkan rincian teknis perolehan hewan kurban yang dikelola pihak panitia takmir.

Ia mengonfirmasi bahwa dari total akumulasi mobilisasi universitas, terdapat 11 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang difokuskan penyembelihannya di lingkungan kampus.

“Total yang terkumpul dan disembelih langsung di Masjid Ainul Yaqin adalah 11 ekor sapi dan 9 ekor kambing. Adapun rincian dari 11 ekor sapi ini, sebanyak 6 ekor sapi merupakan hasil kurban kolektif dan mandiri dari jemaah, masyarakat sekitar, serta sivitas akademika Unisma,” ungkap Dr. Kukuh Santoso.

Selanjutnya, sisa perolehan sapi di masjid kampus berasal dari kurban personal keluarga Bapak Gokjum sebanyak satu ekor, Yayasan Unisma satu ekor, serta Rektorat Unisma satu ekor yang diperuntukkan bagi dosen dan karyawan. Dua ekor sapi lainnya merupakan donasi dari mitra eksternal yang terus mendukung agenda keagamaan Unisma.

“Kami juga menerima kurban sapi dari mitra Unisma, yaitu Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Malang yang alhamdulillah selalu istiqomah mengirimkan satu ekor sapi setiap tahunnya. Selain itu, mitra kami yang lain, yaitu Masjid Salman ITB, juga kembali memberikan amanah berupa satu ekor sapi. Jadi, total 11 ekor sapi di kampus ini mencakup berbagai unsur, mulai dari jemaah, pribadi dosen, yayasan, rektorat, hingga mitra strategis,” rinci Dr. Kukuh.

Dr. Kukuh tidak memungkiri bahwa kondisi pasar saat ini cukup menantang karena harga hewan ternak mengalami lonjakan menjelang Hari Raya Idul Adha. Kendati demikian, antusiasme umat Muslim di lingkungan Unisma dinilai tidak surut untuk tetap menunaikan ibadah kurban.

“Antusiasme masyarakat tetap istiqomah dan semangatnya semakin tinggi, meskipun kita tahu saat ini harga daging dan harga sapi sedang melambung tinggi. Ini menunjukkan kekuatan iman yang luar biasa. Mudah-mudahan ibadah ini bisa mengangkat derajat kita dan membawa Unisma semakin melesat tinggi karena keberkahannya yang semakin meluas,” pungkasnya. [dan/beq]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab Teddy Borong Puluhan Sapi Boyolali, Disebar ke 35 Masjid di Indonesia
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Teriakan Pembunuh Warnai Sidang di PN Indramayu
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Eksklusif! Purbaya Bicara Strategi Baru Ekonomi
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Zodiak yang Nggak Lepas dari Teknologi
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Tim Leonardi Mau Jokowi Jadi Saksi Mahkota Kasus Satelit 123 BT Kemhan
• 22 jam lalutribuntimur.com
Berhasil disimpan.