Di Tengah Perundingan Damai dengan Iran, AS Kehabisan Minyak?

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran dan Amerika Serikat (AS) saat ini tengah terlibat dalam perundingan damai intensif, namun kesepakatan final belum resmi ditandatangani.

Kedua negara yang difasilitasi oleh mediator internasional seperti Pakistan dan Qatar tengah membahas draf proposal perdamaian untuk mengakhiri perang yang pecah sejak awal tahun 2026.

Perundingan ini menjadi sorotan dunia dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial, khususnya X.

Akun @adamemedia1, kreator konten sekaligus citizen journalist, mengklaim bahwa AS telah kehabisan minyak dengan cadangan yang terus menipis.

"Amerika kehabisan minyak. Cadangan minyak strategis saat ini berada di ~370 juta barel," ucapnya, dikutip dari akun X pribadinya, Rabu (27/5).

"Pada 252,4 juta, Amerika Serikat harus menyatakan keadaan darurat energi nasional penuh. Pada 150 juta, gua-gua garam tempat minyak disimpan runtuh… Dengan laju saat ini, ini terjadi dalam 3 bulan. Media arus utama tidak ingin Anda tahu ini. Karena itu menguntungkan Iran," imbuhnya.

Baca Juga: Dirut PHE Beberkan Temuan 1 Miliar Barel Minyak di Riau: Ini Game Changer!

Menurutnya, kondisi ini membuat posisi Iran semakin kuat, sehingga hanya tinggal menunggu waktu Presiden AS Donald Trump menyetujui permintaan mereka dalam kesepakatan damai

"Ketika Anda menggali dalam-dalam dan berpikir kritis, segala sesuatu menguntungkan Iran. Waktu berpihak pada mereka. Bukan Amerika. Bukan kita. seluruh dunia akan runtuh secara ekonomi. Kecuali Trump berlutut dan memohon. Yang akan ia lakukan," ujarnya.

Lantas Bnarkah AS Kehabisan Cadangan Minyak?

Data resmi mingguan per pertengahan Mei 2026 menunjukkan Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) pemerintah AS berada di kisaran 374 juta barel. Penurunan ini memang terjadi karena AS melakukan pengeluaran minyak darurat dalam skala besar.

Namun, menurunnya cadangan strategis bukan berarti AS benar-benar kehabisan minyak. Ada dua faktor penting:

1. Cadangan Komersial Swasta

Selain SPR, perusahaan energi swasta di AS masih memegang cadangan komersial (Commercial Crude Oil Inventories) yang jumlahnya lebih dari 400 juta barel.

Baca Juga: PHE Akui Sempat Kehilangan Produksi Minyak 100 Ribu BOPD di Irak Imbas Konflik

2. AS Produsen Minyak Terbesar Dunia

Amerika Serikat memproduksi minyak mentah dalam jumlah masif setiap hari, terutama dari ladang minyak serpih (shale oil). Departemen Energi AS juga berencana membeli kembali sekitar 200 juta barel dalam setahun ke depan untuk mengisi ulang SPR setelah kondisi pasar stabil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Kunjungan ke Prancis, Fokus Perkuat Kerja Sama Strategis
• 23 jam laludisway.id
thumb
Wagub Rano Karno Yakin Warga Jakarta Paham Pengolahan Limbah Hewan Kurban
• 6 jam lalukompas.com
thumb
DPD PDIP Jatim Bagikan 485 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat yang Membutuhkan
• 2 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Pep Guardiola Bakal Merapat ke AC Milan? Zlatan Ibrahimovic Inginkan Eks Manchester City Gabung Rossoneri
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Hangatnya Salat Idul Adha di Masjid Al-Aqsa
• 17 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.