JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meyakini warga Jakarta sudah memahami tata cara pengelolaan limbah hewan kurban saat Idul Adha.
Hal itu disampaikan Rano saat ditanya mengenai imbauan kepada warga terkait pengelolaan sampah dalam pelaksanaan Idul Adha.
“Idul Adha ini kan kegiatan rutin tiap tahun yang memang umat Islam rayakan, tapi secara tradisi mereka sudah paham bagaimana caranya,” kata dia saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Baca juga: 40 Warga Begadang Jaga Sapi 1 Ton Prabowo di Bogor, bahkan Sewa Jagal Profesional
Menurut Rano, masyarakat sudah memiliki pemahaman mengenai pengelolaan limbah seperti darah dan kotoran hewan kurban.
“Kalau mungkin dilihat pasti akan dibuat lubang untuk pemotongan hewan darahnya akan ditampung,” kata dia.
Baca juga: Adu Mulut Berujung Maut, Selebgram Woodyrman Habisi WN Brunei di Blok M
“Biasanya kotoran juga ditanam. Itu kebiasaan tradisi. Jadi bahasanya enggak perlu diajarin lagi,” lanjut dia.
Meski demikian, Rano mengakui pemerintah tidak dapat memantau seluruh proses penyembelihan hewan kurban di Jakarta karena jumlahnya yang sangat banyak.
Adapun jumlah hewan kurban di Jakarta tahun ini mencapai hampir 68.000 ekor.
“Tapi tahun ini kalau menurut kemarin waktu kita ke Darmajaya ya, jumlah total kurban di Jakarta hampir 68.000 ekor,” ucap Rano.
Ia mengaku optimistis pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Jakarta dapat berjalan lancar karena masyarakat telah terbiasa melaksanakannya setiap tahun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang