Korea Utara (Korut) mengatakan bahwa mereka telah menguji coba sistem peluncur rudal multiguna ringan baru dan sistem senjata rudal jelajah taktis ganda. Uji coba sistem rudal ini dipimpin langsung oleh Presiden Korut Kim Jong Un.
Dilansir AFP, Rabu (27/5/2026), uji coba tersebut, yang sebelumnya dilaporkan oleh militer Korea Selatan, diawasi oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kata Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola negara.
Korea Selatan mengatakan pada Selasa (26/5) bahwa Korea Utara menembakkan beberapa proyektil, termasuk rudal balistik, di lepas pantai baratnya, yang terbaru dalam serangkaian uji coba tahun ini. Seoul mengatakan rudal-rudal tersebut terbang sekitar 80 kilometer (50 mil).
Para analis mengatakan bahwa dengan melakukan serangkaian uji coba rudal dalam beberapa bulan terakhir, Pyongyang mungkin mencoba memanfaatkan terkikisnya norma-norma internasional untuk memperkuat status nuklirnya.
Peluncuran "menganalisis dan memperkirakan kekuatan hulu ledak misi khusus rudal balistik taktis, keandalan roket artileri 240mm yang dikendalikan dengan jangkauan tembak yang diperluas yang menggunakan sistem navigasi otonom ultra-presisi," kata KCNA dalam sebuah laporan berbahasa Inggris.
Pemimpin Korea Utara Kim mencatat bahwa "sistem senjata utama merupakan sinyal jelas peningkatan kekuatan militer kita dan peristiwa yang menunjukkan kemajuan teknologi yang besar," KCNA mengutip pernyataannya.
(rfs/imk)





