Dolar AS Masih Melemah, Ini Pemicunya

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) sedikit melemah pada perdagangan Selasa waktu setempat, karena para pedagang memangkas beberapa ekspektasi kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya harapan akan kesepakatan perdamaian antara Washington dan Iran.

Mengutip Investing.com, indeks dolar AS yang melacak nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,1 persen menjadi 99,16. Sejak awal perang, indeks tersebut telah naik sebesar 1,3 persen, mencerminkan daya tarik dolar sebagai aset safe haven selama perang Iran.
  Baca juga: Dolar AS Melemah Lagi   AS melancarkan serangan 'defensif'
Harapan akan segera tercapainya penyelesaian konflik yang telah berlangsung hampir tiga bulan di Timur Tengah meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan nota kesepahaman tentang kesepakatan perdamaian dengan Iran telah sebagian besar dinegosiasikan setelah melakukan panggilan telepon dengan para pemimpin regional.

Namun suasana menjadi suram setelah militer AS mengatakan telah melakukan apa yang mereka sebut sebagai serangan "defensif" di Iran selatan, menenggelamkan dua kapal Korps Garda Revolusi Islam yang mencoba memasang ranjau di Selat Hormuz.

Serangan tersebut memicu pembalasan dari Teheran, yang menembakkan rudal ke pesawat AS. Serangan AS kemudian menghantam peluncur rudal di dekat Bandar Abbas.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengisyaratkan diskusi mengenai kesepakatan dengan Iran dapat memakan waktu beberapa hari, dan menambahkan Selat Hormuz pada akhirnya akan dibuka kembali sepenuhnya dengan satu atau lain cara.

Secara terpisah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa mengatakan negara itu memperdalam operasinya di Lebanon dan merebut lebih banyak wilayah dalam operasi darat.


(Dolar AS. Foto: Freepik)
  Pergerakan mata uang utama dunia
Adapun, euro turun 0,1 persen menjadi USD1,1630, sementara poundsterling merosot 0,4 persen menjadi USD1,3448.

Yen Jepang juga melemah terhadap dolar dan bergerak mendekati level kunci 160, dengan pasangan USD/JPY terakhir naik 0,3 persen menjadi 159,31.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AATI Pacu Analis Bersertifikasi Internasional CFTe dan MFTA
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Pelindo Petikemas Setor ke Negara Rp 1,73 Triliun Sepanjang Tahun 2025
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
BMKG Medan Catat 40 Titik Panas di Sumatra Utara
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tren Pengiriman Paket Wisatawan dari Bali Tinggi, jadi Peluang Bisnis Baru
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Iran Lumpuh Total, Presiden Akhirnya Turun Tangan Umumkan Ini
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.