Bisnis.com, JAKARTA — Emiten kendaraan listrik komersial grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) mencatat lonjakan laba usaha berkat peningkatan permintaan armada rendah emisi pada kuartal I/2026.
Berdasarkan keterangan resminya, perseroan mengeklaim pertumbuhan penjualan bersih tercatat mencapai 58% secara tahunan (year on year/YoY).
Kontributor utama pertumbuhan berasal dari segmen kendaraan listrik komersial, sementara segmen manufaktur suku cadang tumbuh terbatas karena sejalan dengan pemulihan industri otomotif nasional.
Seiring dengan kenaikan top line, VKTR melaporkan laba usaha tumbuh 832% YoY. Kenaikan tersebut didukung oleh efisiensi operasional perseroan yang mampu menjaga beban usaha tetap stabil di tengah ekspansi amada listrik, sekaligus tantangan kenaikan tarif energi akibat dinamika geopolitik.
Berkat disiplin pengendalian biaya, perseroan turut mengantongi pertumbuhan laba bersih sebesar 98% YoY sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.
Direktur Utama VKTR, A. Ardiansyah Bakrie, menyampaikan bahwa torehan positif itu mencerminkan transformasi menuju kendaraan listrik komersial di Indonesia terus berlangsung dan semakin diterima oleh pasar.
Baca Juga
- Ardi Bakrie Jadi Dirut VKTR Gantikan Gilarsi Wahju Setijono
- Profil Gilarsi Wahju Setijono, Dirut VKTR yang Mengundurkan Diri
- Gilarsi Wahju Setijono Resmi Mengundurkan Diri dari Dirut VKTR
“Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi bisnis melalui penguatan ekosistem TKDN, kesiapan kapasitas produksi, perluasan portofolio produk, serta layanan purnajual yang komprehensif,” ucapnya dalam siaran pers, dikutip Rabu (27/5/2026).
Sepanjang kuartal I/2026, VKTR telah mengirimkan 30 unit bus listrik berukuran 12 meter kepada TransJakarta. Dengan tambahan ini, VKTR secara kumulatif telah memasok 152 unit bus listrik atau menguasai sekitar 30% dari total armada bus listrik TransJakarta yang saat ini mencapai 500 unit.
Adapun, bus listrik VKTR menjadi satu-satunya pemasok armada TransJakarta yang dirakit di dalam negeri dengan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40% untuk lini bus 12 meter dan 8 meter.
Kesiapan lokalisasi ini diperkuat setelah Presiden Indonesia meresmikan fasilitas perakitan VKTR Sakti Industries di Magelang pada 9 April 2026.
Dari sisi neraca, posisi keuangan perseroan bergerak stabil dengan pertumbuhan aset sebesar 2% sejak awal tahun (year to date/YTD), diikuti kenaikan liabilitas sebesar 5% YTD, dan ekuitas mencatat pertumbuhan 1% YTD.
Memasuki kuartal II/2026, manajemen optimistis permintaan kendaraan listrik komersial akan semakin masif. Kenaikan harga minyak dunia akibat volatilitas geopolitik global dinilai membuat biaya kepemilikan dan operasional kendaraan listrik menjadi jauh lebih kompetitif bagi pelaku usaha.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





