Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai momentum kurban setiap tahun memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurut dia, tradisi ini membantu kelompok masyarakat yang tidak setiap hari bisa menikmati konsumsi daging.
“Setiap tahun ada pemerataan untuk orang-orang yang biasanya enggak semuanya bisa makan daging setiap hari. Jadi akan meningkatkan kesehatan mereka walaupun jangka pendek,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kantor DJP, Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Tak hanya dari sisi sosial, aktivitas kurban juga dinilai mampu menggerakkan perdagangan hewan ternak. Permintaan sapi dan kambing yang meningkat menjelang Idul Adha otomatis ikut membuka peluang pendapatan lebih besar bagi peternak.
Purbaya mengatakan, perputaran ekonomi dari tradisi kurban memberi dampak positif yang cukup signifikan. Menurutnya, peternak hingga pedagang hewan ikut merasakan manfaat dari meningkatnya transaksi selama musim kurban.
“Jelas perdagangan sapi dan lain-lain meningkat juga. Ini memberi pendapatan juga ke peternak-peternak. Jadi potensinya amat baik dan amat signifikan,” katanya.
Baca Juga: Cara Tepat Menyimpan Daging Kurban di Kulkas Agar Awet dan Tetap Sehat
Baca Juga: IDEAS Prediksi Nilai Ekonomi Kurban 2026 Menurun, Masyarakat Beralih ke Hewan Lebih Murah
Meski begitu, ia menilai tradisi kurban sebaiknya tetap berjalan secara alami dan tidak terlalu dikomersialkan. Fokus utama dari kurban disebut tetap harus mengutamakan distribusi daging kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Purbaya, nilai utama dari kurban bukan semata soal besarnya transaksi ekonomi, melainkan bagaimana manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Karena itu, ia berharap tradisi tersebut tetap dijaga sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penggerak ekonomi rakyat.





