Kisah Iyung Si Jagal: 47 Tahun, Ratusan Kurban Tuntas di Tangannya

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Di usianya yang sudah 64 tahun, Iyung masih sibuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain untuk menyembelih hewan kurban saat Idul Adha.

Pria yang dikenal sebagai jagal senior dari Tanah Abang itu mengaku sudah menekuni pekerjaan tersebut sejak usia 17 tahun.

Baca juga: 40 Warga Begadang Jaga Sapi 1 Ton Prabowo di Bogor, bahkan Sewa Jagal Profesional

Pengalaman puluhan tahun membuat Iyung terbiasa menangani sapi maupun kambing kurban dalam jumlah besar.

Bahkan di hari biasa, ia mengaku bisa menyembelih puluhan hingga ratusan hewan.

“Bukan potong sebulan dua bulan. Setiap hari, bukan tahunan ya. Setiap hari, saya memotong 150 ekor, 100, sampai 50 ekor,” kata Iyung saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2026) di sela penyembelihan hewan kurban.

Baca juga: Sapi Prabowo-Gibran Jadi “Bintang” di Halaman Belakang Istiqlal

Karena terbiasa bekerja setiap hari sebagai tukang jagal, penyembelihan hewan saat Idul Adha justru dianggapnya sebagai pekerjaan rutin yang sudah biasa dijalani setiap tahun.

Iyung mengatakan keterampilannya sebagai jagal didapat secara turun-temurun dari keluarga.

Ia meneruskan pekerjaan sang kakek dan juga belajar banyak teknik penyembelihan dari keluarganya.

Menurut dia, menjadi jagal bukan hanya soal keberanian, tetapi juga membutuhkan pengalaman dan teknik yang benar, termasuk penggunaan pisau yang harus benar-benar tajam agar proses penyembelihan berjalan aman.

“Saya tuh takut kalau yang namanya sapi, sapi Bali. Itu ada pernah kejadian ustadz pernah ketusuk,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sapi yang sudah terluka atau mengeluarkan darah dari hidung biasanya menjadi lebih sulit dikendalikan dan berbahaya bagi jagal yang belum berpengalaman.

Teknik memotong

Iyung juga membagikan teknik dasar yang diwariskan keluarganya saat menyembelih kambing.

Posisi sayatan sangat menentukan proses penyembelihan.

“Kalau motong, kalau lewat sini (arah atas), itulah lama matinya. Kalau kambing ya. Kalau lewat sini, bawah,  tengah,” ucapnya sambil memperagakan posisi sayatan di leher hewan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menjelaskan, penyembelihan sebaiknya dilakukan di bagian tengah leher agar prosesnya lebih cepat dan tepat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Berita Terpopuler: Rapat Alih Status P3K PW ke PPPK, Butuh Jaminan Pensiun Tak Hanya Kenaikan Gaji, Menkeu Buka-bukaan
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Libur Panjang Iduladha, 1,09 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jabotabek
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tata Cara Shalat Idul Adha, Lengkap dengan Bacaan Niat untuk Makmum
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Total Hadiah Piala Dunia 2026 Tembus Rp11,66 Triliun
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Rano Karno Pimpin Salat Idul Adha 1447 H di Balai Kota DKI Jakarta
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.