Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut Iduladha dan kurban tahun ini memiliki dampak ekonomi, khususnya pada pemerataan kesejahteraan.
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan mengatakan, momen Iduladha membuat masyarakat yang biasanya tidak bisa memakan daging, akhirnya bisa menikmati daging.
“Potensi ekonomi kurban ya bagus. Setiap tahun ya adalah pemerataan untuk orang-orang yang biasanya tidak semuanya bisa makan daging tiap hari kan. Setahu saya ya. Jadi akan meningkatkan kesejahteraan mereka walaupun jangka pendek,” kata Purbaya di Masjid Salahuddin di kompleks kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Purbaya juga melihat perdagangan hewan kurbai ramai di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga ini akan berdampak pada perputaran ekonomi yang signifikan.
“Jelas ke perdagangan sapi, domba, dan lain-lain meningkat juga. Ini memberi pendapatan juga ke peternak, para peternak. Jadi potensi ini amat baik dan amat signifikan. Kita biarkan tradisi yang baik ini berjalan dan yang penting adalah kita pastikan banyak pihak yang menerima daging kurban yang dikorbankan,” ujarnya.
Meski begitu, Purbaya menekankan bahwa perekonomian Indonesia masih baik-baik saja. Hal ini bisa dilihat di pasar-pasar di mana aktivitas ekonomi masih terjadi.
Ia juga mengatakan, kalau data ekonomi yang disajikan Badan Pusat Statistik (BPS) tidak sekedar ada di atas kertas. Tapi BPS memotret kondisi yang ada di lapangan.
“Itu kan BPS mengumpulkan data dari mana-mana kan? Ditaruh di kertas. Kalau di atas kertas, saya taruh di 10 selesai. Mereka tidak, sesuai dengan kenyataan. Kenyataannya adalah angka-angka itu, dibumbui dari survei-survei. Di samping itu kami cross check,” ujarnya.
Purbaya memastikan, pemerintah selalu mengecek kondisi pasar dan ekonomi. Di mana angka-angka yang disajikan BPS seperti pertumbuhan ekonomi, defisit, inflasi, dan lain-lain benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.
“Dengan angka penjualan mobil, angka penjualan motor, belanja masyarakat, belanja apa? Konsumsi semen dan juga konsumsi listrik. Itu enggak atau Otomatis sama dengan PDB-nya,” pungkasnya.
Purbaya juga menekankan, perdagangan diberbagai pasar, seperti di Jogja, Surabaya, Jakarta masih terbilang ramai. Artinya di daerah ekonomi masih jalan. (lea/saf/ipg)




