Jakarta (ANTARA) - Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) berencana melakukan tiga misi ke Bulan sebelum akhir 2026.
Misi tersebut terkait dengan pangkalan bulan pertama mereka melanjutkan kesuksesan misi ke Bulan sebelumnya pada April 2026 dengan Artemis II.
Dilaporkan Engadget, Selasa (26/5), penerbangan ke bulan hanya salah satu bagian NASA untuk membangun eksistensi permanen di Bulan.
Baca juga: ESA desak Eropa dongkrak dana antariksa demi kejar kemajuan AS
Misi Pangkalan Bulan yang akan datang ini bakal digunakan untuk menguji rover dan wahana pendarat yang dikembangkan sebagai bagian dari kontrak baru yang diumumkan NASA bersamaan dengan rencananya.
Selain itu, NASA juga bakal mempelajari kondisi permukaan untuk pendaratan di bulan di masa mendatang.
Membahas misi yang bakal lakukan, misi pertama adalah Pangkalan Bulan I. Misi ini diluncurkan paling cepat pada musim gugur 2026, dan akan mengirimkan muatan termasuk instrumen Studi Permukaan-Asap Bulan dan kamera menggunakan wahana pendarat Blue Origin Blue Moon Mark 1 Endurance.
Baca juga: NASA dan SpaceX luncurkan misi baru pengisian ulang pasokan ke ISS
Lalu selanjutnya akan ada misi Pangkalan Bulan II yang menggunakan wahana pendarat Griffin milik Astrobiotic untuk menurunkan rover FLIP milik Astrolab guna membantu perusahaan rintisan tersebut merancang kendaraan medan bulan di masa depan.
Misi terakhir di 2026 yaitu Pangkalan Bulan III akan menggunakan wahana pendarat Nova-C Trinity milik Intuitive Machine untuk mempelajari pusaran bulan dan menurunkan muatan untuk Badan Antariksa Eropa dan Institut Astronomi dan Ilmu Antariksa Korea.
NASA memiliki beberapa kontrak berbeda untuk pengiriman muatan dan pengembangan rover serta wahana pendarat, yang dapat membuat pelacakan siapa yang melakukan apa menjadi rumit.
Baca juga: Siswa kelas 5 SD di Temanggung berprestasi mendunia diundang NASA
Baik Astrolab maupun Lunar Outpost telah mendapatkan kontrak untuk mengembangkan dan membangun kendaraan medan bulan (LTV), masing-masing senilai 219 juta dolar AS dan 220 juta dolar AS.
Sementara itu, Blue Origin mendapatkan kontrak senilai 118 juta dolar AS untuk mengirimkan rover tersebut ke Bulan, dan perusahaan tersebut juga mengembangkan wahana pendarat yang akan digunakan NASA untuk misi mendatang.
NASA baru-baru ini telah menyelesaikan pengujian wahana pendarat Blue Origin yang rencananya akan digunakan untuk misi Pangkalan Bulan pertama, dan bulan ini mengumumkan bahwa mereka telah menerima prototipe generasi kedua yang dirancang untuk membawa awak untuk pengujian dan pelatihan di masa mendatang.
Baca juga: Siswa pembobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih Unhas
Misi-misi baru untuk menguji wahana pendarat dan penjelajah bulan ini merupakan bagian dari jadwal terbaru yang diumumkan NASA pada Februari 2026.
Misi itu terkait juga dengan penundaan NASA untuk mengirim manusia ke permukaan bulan hingga 2028.
Sebelum para astronot mencapai Bulan, organisasi tersebut juga berencana untuk mengirimkan drone untuk mensurvei lokasi pendaratan sebagai bagian dari misi MoonFall -nya.
Baca juga: Kepala BRIN beri hadiah siswa SMP berprestasi di bidang keamanan siber
Misi tersebut terkait dengan pangkalan bulan pertama mereka melanjutkan kesuksesan misi ke Bulan sebelumnya pada April 2026 dengan Artemis II.
Dilaporkan Engadget, Selasa (26/5), penerbangan ke bulan hanya salah satu bagian NASA untuk membangun eksistensi permanen di Bulan.
Baca juga: ESA desak Eropa dongkrak dana antariksa demi kejar kemajuan AS
Misi Pangkalan Bulan yang akan datang ini bakal digunakan untuk menguji rover dan wahana pendarat yang dikembangkan sebagai bagian dari kontrak baru yang diumumkan NASA bersamaan dengan rencananya.
Selain itu, NASA juga bakal mempelajari kondisi permukaan untuk pendaratan di bulan di masa mendatang.
Membahas misi yang bakal lakukan, misi pertama adalah Pangkalan Bulan I. Misi ini diluncurkan paling cepat pada musim gugur 2026, dan akan mengirimkan muatan termasuk instrumen Studi Permukaan-Asap Bulan dan kamera menggunakan wahana pendarat Blue Origin Blue Moon Mark 1 Endurance.
Baca juga: NASA dan SpaceX luncurkan misi baru pengisian ulang pasokan ke ISS
Lalu selanjutnya akan ada misi Pangkalan Bulan II yang menggunakan wahana pendarat Griffin milik Astrobiotic untuk menurunkan rover FLIP milik Astrolab guna membantu perusahaan rintisan tersebut merancang kendaraan medan bulan di masa depan.
Misi terakhir di 2026 yaitu Pangkalan Bulan III akan menggunakan wahana pendarat Nova-C Trinity milik Intuitive Machine untuk mempelajari pusaran bulan dan menurunkan muatan untuk Badan Antariksa Eropa dan Institut Astronomi dan Ilmu Antariksa Korea.
NASA memiliki beberapa kontrak berbeda untuk pengiriman muatan dan pengembangan rover serta wahana pendarat, yang dapat membuat pelacakan siapa yang melakukan apa menjadi rumit.
Baca juga: Siswa kelas 5 SD di Temanggung berprestasi mendunia diundang NASA
Baik Astrolab maupun Lunar Outpost telah mendapatkan kontrak untuk mengembangkan dan membangun kendaraan medan bulan (LTV), masing-masing senilai 219 juta dolar AS dan 220 juta dolar AS.
Sementara itu, Blue Origin mendapatkan kontrak senilai 118 juta dolar AS untuk mengirimkan rover tersebut ke Bulan, dan perusahaan tersebut juga mengembangkan wahana pendarat yang akan digunakan NASA untuk misi mendatang.
NASA baru-baru ini telah menyelesaikan pengujian wahana pendarat Blue Origin yang rencananya akan digunakan untuk misi Pangkalan Bulan pertama, dan bulan ini mengumumkan bahwa mereka telah menerima prototipe generasi kedua yang dirancang untuk membawa awak untuk pengujian dan pelatihan di masa mendatang.
Baca juga: Siswa pembobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih Unhas
Misi-misi baru untuk menguji wahana pendarat dan penjelajah bulan ini merupakan bagian dari jadwal terbaru yang diumumkan NASA pada Februari 2026.
Misi itu terkait juga dengan penundaan NASA untuk mengirim manusia ke permukaan bulan hingga 2028.
Sebelum para astronot mencapai Bulan, organisasi tersebut juga berencana untuk mengirimkan drone untuk mensurvei lokasi pendaratan sebagai bagian dari misi MoonFall -nya.
Baca juga: Kepala BRIN beri hadiah siswa SMP berprestasi di bidang keamanan siber




