Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea secara terbuka menepis tuduhan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang menyebut dirinya iri karena tidak terpilih menjadi menteri.
Hotman menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak tertarik masuk ke dalam jajaran birokrasi pemerintahan.
"Saya tidak ada sentimen sama kamu, aku enggak iri sama kamu jadi menteri. Kau tanya bosmu, pernah enggak Hotman tertarik jadi birokrat?" ujar Hotman Paris dalam unggahan video reelsnya, dikutip pada Rabu (27/5).
Hotman menjelaskan bahwa profesinya sebagai advokat bisnis litigasi dan korporasi sudah lebih dari cukup. Ia mengaku memiliki rekam jejak yang solid dengan jumlah klien yang sangat banyak, sehingga tidak lagi membutuhkan panggung publisitas politik.
Selain menepis isu menteri, Hotman turut mengkritik kinerja Natalius Pigai yang dinilainya tidak menunjukkan aksi nyata dalam menangani pelanggaran HAM di masyarakat. Ia mempertanyakan keberadaan sang menteri di saat kasus-kasus pelanggaran HAM berat terus terjadi.
"Pelanggaran HAM sudah sangat parah, di mana kamu? Kamu sibuk membicarakan anggaran, di mana kamu? Begitu besar anggaran buat kementerianmu," cecar Hotman.
Ia kemudian membandingkan kinerjanya dalam membantu masyarakat kecil, ia mengaku kerap menggunakan dana pribadi untuk membantu masyarakat kecil.
Hotman mencontohkan salah satu kasus di Mataram, di mana seorang pemuda dituduh membunuh kekasihnya sendiri, dan dirinya secara sukarela membiayai saksi ahli demi membereskan kasus pelanggaran HAM.
"Saya punya banyak uang, gajimu enggak sebanding dengan pendapatanku. Aku belum pernah dengar kamu bersuara tentang kasus, dari mulai kasus pelecehan seksual di Pati, pendeta di Kudus, banyak lah" tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Hotman Paris memberikan peringatan keras kepada Natalius Pigai agar segera mengubah pola kerjanya dan fokus pada pembenahan HAM di Indonesia.
"Ubahlah kelakuanmu, bekerjalah sesuai tugasmu atau mundur," pungkas Hotman.





